JAKARTA - Kebakaran hutan yang kerap terjadi di Indonesia pada musim kemarau memiliki dampak kerusakan lingkungan yang tak main-main dan penyakit pernapasan pada masyarakat sekitar. Selain itu, kebakaran hutan juga memicu kerugian negara hingga ratusan triliun.
Bermula dari itu, sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi demi mengatasi persoalan yang setiap tahun menyambangi Indonesia. Mereka antara lain Kenny Agatha Sitanggang, Kania Nurizki W, Yuniar Qaifatur, dan Wildan Bagaskoro.
Empat mahasiswa tersebut menggagas konsep Super Solar Smoke Sucker (S4). Alat ini merupakan pereduksi asap di ruang terbuka berbasis zeoabsorbsi dan elektrotatistik filter yang berfungsi sebagai upaya pengurangan resiko dampak asap kebakaran hutan.
Melansir dari laman UB, mekanisme kerja S4 mula-mula menyerap kabut asap di udara saat sensor power alat berada di level 100. Kemudian, baling-baling S4 akan berputar otomatis. Baling-baling berdiameter 10 inch tersebut difungsikan untuk menyerap kabut asap.
"S4 memiliki keefektifan kerja mesin hingga 1 ppm/menit," ungkap Kania. Hasil kerja mesin, lanjutnya, mampu mengeluarkan udara bersih yang mengandung 79 persen nitrogen dan 21 persen oksigen.
Selain itu, alat ini juga menghasilkan limbah yang bisa kembali dimanfaatkan oleh industri berupa limbah cair dan serbuk. "Limbah yang dihasilkan S4 bisa diolah kembali menjadi pengawet kayu dan bambu serta digunakan sebagai bahan campuran semen atau bahan dasar kerajinan tangan," tandasnya.
(Susi Fatimah)