Khawatir Ngamuk saat UN, Siswa SMALB Harus Didampingi Guru

, Jurnalis
Senin 10 April 2017 15:07 WIB
Foto: Ilustrasi Okezone
Share :

BANDA ACEH - Dua peserta ujian nasional (UN) dari SMA Luar Biasa (SMALB) YPPC Banda Aceh harus didampingi guru pendamping.

"Anak didik yang menjadi peserta UN SMA di sekolah ini harus didampingi masing-masing guru pendamping," kata Kepala SMALB YPPC Banda Aceh Kasidah di Banda Aceh, Senin (10/4/2017).

Di SMALB YPPC Banda Aceh ada dua pelajar yang mengikuti UN, yakni Faisal Aziz, penyandang tuna laras dan Muhammad Irfan, penyandang autis. Keduanya dampingi guru karena khawatir berperilaku yang bisa mengganggu jalannya UN.

Menurut Kasidah, Faisal Aziz, penyandang tuna laras, kalau tidak didampingi dikhawatirkan emosinya meledak. Bahkan ia membalikkan meja bila tidak didampingi.

Begitu juga dengan Muhammad Irfan, penyandang autis, bila tidak didampingi, dikhawatirkan mencoret kerja dan lembaran jawaban. Sebab, Muhammad Irfan hobinya melukis.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya