JAKARTA - Kehadiran Raja Salman beserta rombongannya disambut antusias oleh masyarakat Indonesia. Berbagai informasi mengenai kehidupan sang raja dan negaranya, Arab Saudi pun tak luput dari perhatian khalayak luas.
Arab Saudi sendiri merupakan negara timur tengah yang memiliki populasi sekira 29 juta jiwa, dan lebih dari delapan juta ekspatriat. Meski dikenal sebagai negara Islam, ternyata Arab Saudi cukup eksis di kalangan mahasiswa internasional.
Dinukil dari Top Universities, bahasa Arab menjadi bahasa utama untuk berkomunikasi. Meski begitu, bahasa Inggris dipakai secara luas, khususnya di daerah urban sehingga mahasiswa internasional tak kesulitan untuk berbicara dengan orang lokal.
Mahasiswa yang kuliah di Arab Saudi juga harus berhadapan dengan cuaca yang panas. Rata-rata suhu udara di musim panas bahkan mencapai 45 derajat celcius. Untuk mata uang di Arab Saudi adalah Riyal. Nilainya, USD1 setara dengan 3,75 Riyal.
Nah, bagi yang ingin studi, negara yang beribu kota di Riyadh ini adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk program master dalam studi Islam. Tahun akademis di sana umumnya mulai awal September kemudian berlangsung sampai Desember, lalu diikuti dengan ujian akhir. Untuk semester kedua dimulai pada awal Februari dan berlangsung sampai awal Mei.
Tersedia berbagai tawaran beasiswa kuliah di Arab Saudi. Di sana, para mahasiswa internasional harus memiliki asuransi kesehatan. Pelajar yang tidak masuk dalam sistem perawatan kesehatan di negara asal perlu membeli asuransi kesehatan swasta sebelum tiba di Arab Saudi.
(Susi Fatimah)