Dia menjelaskan, bisa jadi Unhas tahun depan akan memimpin menjadi panlok SBMPTN di Makassar. Dimana pada tahun ini panlok Makassar terbagi dua antara Unhas dan Universitas Negeri Makassar.
"Kita upayakan ada satu panlok di Makassar. Unhas bisa jadi koordinator panlok di sana karena keberhasilannya menangkap joki. Namun kami tidak menafikan panlok lain yang sudah bekerja dengan baik pula," terangnya.
Sementara itu dalam keterangan tertulisnya Kepala Sekretariat Rektor Unhas Suharman Hamzah menyatakan, Unhas keberatan dengan pernyataan Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2016 Rochmat Wahab yang menyatakan memberi ancaman sanksi kepada Unhas dikarenakan kasus praktim perjokian yang terjadi pada pelaksanaan SBMPTN di Unhas. Dia menyatakan, kita seharusnya melawan konspirasi perjokian nasional. Institusi yg mengungkap dan tegas terhadap perjokian seharusnya diapresiasi bukan justru diberi sanksi.
Menurut dia, Unhas seyogianya dihargai karena telah dengan berani mengungkapkan kebenaran dan telah menjalankan tugas pengawasan ujian dengan ketat. "Bila Unhas mendapatkan sanksi maka akan menjadi preseden bagi universitas lain untuk tidak tegas menindaklanjuti dan membiarkan saja jika terjadi praktik perjokian dalam pelaksanaan SBMPTN di tahun-tahun berikutnya," tandasnya. (afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)