PTN Harus Melawan Joki

Neneng Zubaidah, Jurnalis
Jum'at 03 Juni 2016 08:01 WIB
Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) meminta semua PTN melawan joki. Dengan adanya pengawasan yang baik maka joki pun bisa ditangkap.

Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2016 Rochmat Wahab meminta semua kampus untuk melawan joki. Sebab praktik perjokian tidak hanya merusak sistem di pendidikan tinggi namun juga merusak karakter generasi mendatang. Adapun SNMPTN dan juga SBMPTN, terangnya, merupakan seleksi nasional yang dilakukan pemerintah untuk menjaring siswa terbaik dari seluruh Indonesia untuk bisa kuliah di kampus negeri.

"Semua PTN harus bisa melawan joki. Pengawasan yang baik perlu ditingkatkan agar joki bisa tertangkap," kata Rochmat.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengatakan, dia menghargai pengawasan yang dilakukan Universitas Hasanuddin (Unhas) karena ada joki SBMPTN yang tertangkap pada tahun ini dan tahun sebelumnya merupakan bukti pengawasan telah dilakukan dengan baik. Dia pun meminta Unhas untuk lebih meningkatkan kembali pengawasannya pada SBMPTN tahun depan karena kecermatan dan keseriusan pengawasan akan menjadi prosedur yang sulit ditembus oleh para joki.

Rochmat menjelaskan, sebaiknya panitia lokal di setiap kota hanya dibentuk satu saja untuk lebih mudah mengendalikan pengawasan. Dia beranggapan, hanya ada satu panlok pun bisa lebih bagus untuk pemantauan sehingga tidak bisa dijadikan lahan pihak tidak bertanggungjawab sebagai celah membuka perjokian di kota tersebut.

Dia menjelaskan, bisa jadi Unhas tahun depan akan memimpin menjadi panlok SBMPTN di Makassar. Dimana pada tahun ini panlok Makassar terbagi dua antara Unhas dan Universitas Negeri Makassar.

"Kita upayakan ada satu panlok di Makassar. Unhas bisa jadi koordinator panlok di sana karena keberhasilannya menangkap joki. Namun kami tidak menafikan panlok lain yang sudah bekerja dengan baik pula," terangnya.

Sementara itu dalam keterangan tertulisnya Kepala Sekretariat Rektor Unhas Suharman Hamzah menyatakan, Unhas keberatan dengan pernyataan Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2016 Rochmat Wahab yang menyatakan memberi ancaman sanksi kepada Unhas dikarenakan kasus praktim perjokian yang terjadi pada pelaksanaan SBMPTN di Unhas. Dia menyatakan, kita seharusnya melawan konspirasi perjokian nasional. Institusi yg mengungkap dan tegas terhadap perjokian seharusnya diapresiasi bukan justru diberi sanksi.

Menurut dia, Unhas seyogianya dihargai karena telah dengan berani mengungkapkan kebenaran dan telah menjalankan tugas pengawasan ujian dengan ketat. "Bila Unhas mendapatkan sanksi maka akan menjadi preseden bagi universitas lain untuk tidak tegas menindaklanjuti dan membiarkan saja jika terjadi praktik perjokian dalam pelaksanaan SBMPTN di tahun-tahun berikutnya," tandasnya. (afr)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya