JAKARTA - Salah satu kelemahan generasi muda adalah tidak hafal sejarah. Tak jarang, mereka sering terbolak-balik bahkan tak tahu peringatan hari besar nasional tertentu. Padahal, sebuah negara bisa besar dan maju karena menghargai jasa-jasa pahlawannya.
Mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB), Utari mengungkapkan, terkadang dia juga lupa terhadap hari-hari besar nasional. Kendati demikian, dia selalu berusaha untuk tidak melupakan sejarah, seperti momen Hari Kebangkitan Nasional.
"Hari Kebangkitan Nasional adalah sejarah berdirinya gerakan pemuda pertama di Indonesia, yakni Boedi Oetomo," ucapnya kepada Okezone, baru-baru ini.
Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108, mahasiswi tingkat tiga itu ingin menjadi pemuda yang bisa berkontribusi terhadap bangsa. Sebab, perjuangan di era saat ini bukan untuk berperang tetapi bersaing di kancah nasional juga internasional.
"Pertama tentu kita harus menghormati dan mengingat jasa pahlawan. Nah, caranya dengan berprestasi. Selain itu menjadi pribadi yang lebih disiplin dan rajin," ucapnya.
Harkitnas, kata Utari, berhubungan langsung dengan semangat anak muda. Dia berharap, semangat yang ditularkan tak sebatas pada 20 Mei saja, tetapi juga berkelanjutan.
"Karena subjeknya pemuda, jadi pemuda harus bangkit. tentunya tidak saat peringatan Harkitnas saja, tetapi setiap hari," pungkasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)