SIDOARJO - Seorang anak yang baru berusia delapan tahun asal Sidoarjo, Jawa Timur, Pato Sayyaf, mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) jenjang sekolah dasar (SD). Umumnya, UAS SD diikuti anak-anak berusia awal belasan tahun.
Kendati umurnya masih di bawah rata-rata usia siswa kelas enam SD, Pato tidak kesulitan mengerjakan soal ujian. Bahkan, dia terlihat tenang menekuni soal-soal dari sekolah.
Anak pasangan Joko Irianto dan Wahyu Nur Andari ini setiap pagi selalu menyempatkan diri untuk belajar menghadapi UAS. Nilai IQ-nya yang di atas rata-rata membuat Pato bisa menjadi peserta termuda UAS SD sejak Senin, 17 Mei. Meski demikian, siswa SD Multi Lingual Anak Sholeh tersebut terpaksa mengikuti UAS di SD Tropodo Dua karena sekolah tempat dia belajar masih mengurus izin pendidikan.
"Saya tidak kesulitan mengerjakan soal ujian Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA," ujar Pato.
Selama ini, warga Perumahaan Kepuh Permai, Kecamatan Waru Kabuapten Sidoarjo itu dikenal memiliki mental kuat dan tidak kesulitan berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya yang memiliki usia lebih tua. Saat belajar di sekolah pun Pato dikenal anak yang cepat tanggap menerima pelajaran yang diberikan gurunya.
"Sehingga saat masuk SMP, Pato tidak akan minder dengan temannya," ujar Kepala Sekolah, Rozi Fahrur.
Kini, anak yang bercita-cita menjadi astronot tersebut tinggal menunggu hasil kelulusan UAS SD. Jika dipastikan lulus, maka Pato akan menjadi murid SMP di usia delapan tahun.
Sebelumnya, Pato sempat dilarang mengikuti UAS SD oleh dinas terkait karena hambatan usia tersebut. Setelah melakukan perjuangan panjang, akhirnya Pato diperbolehkan mengikuti UAS SD bersama teman-temannya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)