Bagi Guru Besar Binus University tersebut, semakin banyak PTS bagus di Indonesia, maka jumlah peminat Binus akan semakin tinggi. Pasalnya, masyarakat Indonesia punya kepercayaan terhadap kampus swasta. Sehingga itu akan berdampak juga bagi Binus University dalam menarik mahasiswa baru.
"Oleh karena itu, ketimbang pusing memikirkan persaingan, lebih baik kita sama-sama mengajak 3.000 lebih PTS itu menjadi bagus dan berkualitas, supaya bisa diandalkan sekaligus dipercaya masyarakat," tuturnya.
Terlihat santai bukan berarti Binus tak punya gebrakan baru. Terlebih, saat ini Indonesia sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Aturan menyangkut pendidikan tinggi dan standar juga meningkat. Harjanto menyebut, Binus sudah melakukan antisipasi, meskipun dia sendiri tak punya resep khusus yang membuat kampusnya unggul dibandingkan dengan PTS lain.
"Semua aturan kita jalani. Peraturan pemerintah itu kan standar minimal, jadi Binus harus mampu di atas standar. Karena kalau hanya memenuhi standar berarti kita masih rata-rata. Padahal visi kita salah satunya membantu pemerintah menciptakan pendidikan berkelas dunia. lagi-lagi agar masyarakat percaya bahwa PTS juga bagus," ujarnya.
Mantan Ketua Jurusan Teknik Industri Binus University itu menjelaskan, dalam proses pembelajaran, Binus menerapkan disiplin tinggi bagi para mahasiswanya. Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat ujian yang dihadapi para mahasiswa yang sesungguhnya adalah ketika keluar dari dunia kampus.
"Binus dikenal sekolah yang serius, susah, tertib, dan disiplin. Itu semua karena kita percaya lulusan Binus bukan diuji di kelas atau kampus, tetapi di luar setelah lulus. Jadi tantangannya mengubah pola pikir mahasiswa supaya punya bayangan realitas di industri nanti," paparnya.