LAMPUNG – Menghadapi ujian nasional (UN), para siswa SMA sederajat di Lampung Timur terus meningkatkan jam belajarnya, baik di sekolah maupun di rumah. Pasalnya, meski hasil ujian nasional tidak menjadi penentu kelulusan, para siswa justru khawatir jika nilainya buruk.
Kekhawatiran para siswa tersebut bukanlah tanpa alasan. Sebab, nilai hasil ujian nasional turut menjadi salah satu syarat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. Dari hasil pantaun di sejumlah sekolah SMA negeri maupun swasta, para siswa tampak meningkatkan jam belajar, bahkan para guru menerapkan waktu jam belajar tambahan hingga sore hari.
Sejumlah siswa menuturkan, hingga sepekan jelang UN, berbagai persiapan sudah di lakukan dengan penambahan jam belajar secara berkelompok. Sedangkan menurut para guru, mental siswa dalam menghadapi UN sudah cukup siap.
"Hasil ujian nasional tidak menjadi penentu kelulusan akan meringankan beban saat mengahadapi ujian. Hal ini juga dirasakan para guru karena nilai hasil ujian nasional akan diakumulasikan dengan nilai ujian sekolah," ujar seorang guru bernama Nur Wahid, Rabu (30/3/2016).
Dengan sistem baru tersebut, diharapkan hasil UN siswa bisa memuaskan. Apalagi, yang menilai langsung kemampuan setiap siswa adalah dewan guru dan pihak sekolah. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)