Siswa Difabel Dilarang Minder

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Senin 30 November 2015 18:39 WIB
Ilustrasi Foto: dok. Okezone.
Share :

DEPOK – Sekolah luar biasa (SLB) memang disiapkan untuk memberikan pendidikan bagi para pelajar penyandang disabilitas. Namun, siswa difabel sendiri dilarang minder dan harus mampu berbaur dengan siswa lainnya.

Salah satu program yang menyiapkan para siswa difabel menjadi lebih percaya diri adalah sekolah inklusi. Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dinas Pendidikan Kota Depok Tati Wijayati, menjelaskan, program pendidikan inklusif ini dapat melatih kepedulian terhadap sesama, sesuai dengan pendidikan karakter yang menjadi prioritas pendidikan di Indonesia saat ini.

"Sementara untuk anak berkebutuhan khusus (ABK), penggabungan kelas belajar dengan siswa reguler ini diharapkan dapat memacu keberanian berkomunikasi dan sosialisasi. Education for All, persamaan hak mendapatkan pendidikan," kata Tati, Senin (30/11/2015).

Setiap 3 Desember dunia memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional. Dan sesuai amanat Education for All yang tercantum dalam Permendiknas RI No.70 Tahun 2009 Pasal 1, tiap sekolah diwajibkan menerima satu persen siswa inklusi tiap tahun dari total seluruh siswa. Depok sendiri telah memiliki lebih dari 200 sekolah yang melayani pendidikan inklusi di berbagai jenjang pendidikan.

Kepala Seksi SMK Yana Suryaman menjelaskan, Dinas Pendidikan Kota Depok bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat juga menggulirkan program pendampingan bagi siswa ABK untuk dapat mengikuti pelajaran dengan baik.

"Jadi, siswa ABK di sekolah inklusi boleh belajar tapi ada pendampingan awal dari guru-guru Pendidikan Luar Biasa (PLB)," tutur Yana.

Pendampingan tersebut diberikan mengingat selama ini sekolah reguler kekurangan tenaga pendidik khusus untuk mendampingi siswa ABK. Dampak pendampingan ini bagi siswa pun positif.

"Kami upayakan mereka tidak merasa terdiskriminasi dengan adanya pendampingan khusus. Jangan minder. Justru agar memvibrasi supaya mereka lebih mandiri, normal dan tak mengganggu kegiatan belajar mengajar," tukasnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya