“Orangtua yang sering melakukan kekerasan, baik terhadap pasangannya maupun terhadap anak-anaknya tanpa disadari telah memberikan contoh pada anak-anaknya. Anak yang terpapar kekerasan juga cenderung akan mengalami desensitisasi sehingga tidak peka lagi ketika melihat ada kekerasan di sekelilingnya,” sebut Irna lagi.
Terkait masalah bullying tersebut, Irna menerangkan solusinya pihak sekolah harus bisa menciptakan lingkungan yang anti-bullying. Harus ada tindakan tegas bagi pelaku dan juga mereka yang menjadi bystanders, mereka yang membiarkan tindakan kekerasan tersebut berlangsung.
“Keluarga juga harus mengajarkan etika yang baik. Ajarkan untuk menyelesaikan konflik tanpa menggunakan kekerasan. Keluarga adalah benteng utama bagi anak-anak mereka,” tutupnya.
(Retno Wulandari)