SURABAYA - Mahasiswi Universitas Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur, Stephanie Theodora Susilo menciptakan permainan bernama "Hurdle Noodle" yang mengenalkan bahaya zat-zat tekandung dalam sebungkus mi instan atau mi cepat saji.
"Permainan ini sengaja saya buat untuk anak-anak, tujuannya memberikan informasi mengenai zat-zat berbahaya dalam mi instan, sehingga menumbuhkan kesadaran bahwa mi instan tidak baik bagi kesehatan," kata Stephanie saat menunjukkan karyanya yang merupakan tugas akhir kuliahnya di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Jatim, Kamis (27/8/2015).
Mahasiswi Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) ini mengaku, ide membuat permainan yang diadaptasi dari permainan ular tangga itu berawal dari keprihatinanya melihat banyak anak yang mengkonsumsi mi instan tanpa mengetahui kandungan zatnya.
"Dari literatur yang saya temukan mi instan tidak baik bagi kesehatan karena memiliki zat-zat berbahaya, seperti "monosodium glutamat" (MSG) atau penyedap rasa," ucap bungsu dari dua bersaudara ini.
Ia mengatakan, penyedap rasa memiliki dampak buruk bagi tubuh, seperti menyebabkan bintik merah, bengkak, muntah, hingga migrain.
Mahasiswi angkatan 2011 ini menjelaskan, pola permainan Hurdle Noodle seperti bermain papan ular tangga, yang setiap langkah ada keterangan kandungan zat dalam mi instan.