SURABAYA - Empat negara melakukan duplikasi program "Community Outreach Program" (COP) atau program pengabdian kepada masyarakat di daerah terpencil yang diadakan Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya. COP adalah program rutin UKP setiap tahun.
"Hong Kong sudah melaksanakan COP pada tiga tahun lalu, sedangkan Taiwan sudah dua tahunan. Tahun depan, Jepang dan China akan melakukan duplikasi," kata Rektor UKP Surabaya Prof Dr Eng Rolly Intan MA. Sc.
Di sela Hhalalbihalal Rektor UKP dengan wartawan, Rolly menjelaskan, pihaknya juga sudah mengikutsertakan dua hingga tiga mahasiswa UKP dalam COP di Hong Kong.
"Jadi, kalau selama ini, ada banyak negara yang mengikuti COP yang kami adakan, maka sejak ada COP di luar negeri itu, akhirnya mahasiswa kami juga bisa mengikuti COP di negara lain, tentu lokasinya mirip yakni daerah terpencil," katanya.
Bahkan, di Hong Kong juga ada yang namanya desa terbuang, karena mayoritas warganya menderita kusta, sehingga dijauhi oleh tetangga sekitarnya dan akhirnya terusir dalam satu kawasan khusus penderita kusta.
Untuk COP 2016 yang diadakan UKP di Mojokerto, ia mengatakan sekarang ada 201 mahasiswa dari sembilan negara yang terlibat COP 2016 yakni dua negara dari Eropa dan tujuh dari Asia.