Ke-201 mahasiswa itu meliputi 141 mahasiswa asing (delapan negara) dan 60 mahasiswa Indonesia. Ke-60 mahasiswa Indonesia itu tercatat 51 mahasiswa UKP dan sembilan mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang NTT.
"Untuk delapan negara itu memang ada dua negara baru yakni Singapura dan Inggris. Nah peserta dari SIM University Singapura itu ada anak Presiden Joko Widodo, namun dia tidak mau diwawancarai dan pihak Istana juga tidak ada informasi apa-apa. Alasannya, ia ingin tulus dalam pengabdian masyarakat di Mojokerto itu," katanya.
Menurut dia, sejak 20 tahun lalu hingga COP 2016 tercatat 2.635 alumni COP UKP sudah tersebar pada sejumlah negara dengan jumlah terbanyak dari Indonesia dan Korea Selatan.
"Dari Dongseo University Korea Selatan ada 700-an alumni. Mereka senang bahwa mahasiswanya mendapatkan pelajaran kehidupan yang berharga dari COP. Mereka bilang mahasiswa Dongseo yang alumni COP itu pasti mahasiswa yang beda," katanya.
Bahkan, mahasiswa Jepang mengaku COP telah membuatnya memiliki pola pikir yang berbeda dari sebelumnya. "Bahagia itu bukan cuma terkait uang, karena masyarakat desa yang hidupnya sangat sederhana juga bahagia," katanya.
Oleh karena itu, tahun ini ada tiga hingga empat mahasiswa alumni COP Kediri yang datang bersama peserta COP 2016 untuk melakukan kegiatan sosial di daerah asal mereka melakukan COP pada beberapa tahun lalu.