Perjuangan Anak Penarik Becak Menginjakkan Kaki di UGM

, Jurnalis
Jum'at 14 Agustus 2015 19:09 WIB
Sudarmono mahasiswa baru UGM (duduk diatas becak) - foto: UGM)
Share :

“Masa SMA merupakan masa-masa sulit bagi saya untuk mengejar cita-cita yang sudah saya impikan sejak SMP untuk kuliah UGM,” kata pria kelahiran 24 Agustus 1997 itu.

Sudarmono adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya, Wagiman, adalah penarik becak yang biasa mangkal di Jalan Suryopranoto, Gunungketur, Pakulaman. Sementara ibunya, Mursiyem, sehari-hari bertani dan mengurus beberapa ekor ternak di rumahnya Mranggen, Dukuh, Bayat, Klaten.

Dari lima bersaudara tersebut Sudarmonolah yang akhirnya bisa mengenyam bangku di perguruan tinggi. Saudaranya yang lain ada yang berjualan di angkringan, pabrik sepatu, bertani maupun jualan buah.

“Saya saja hanya sampai SD, Mas. Makanya, kami bangga Sudarmono bisa diterima di UGM,” kata Wagiman.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr Senawi bangga Sudarmono bisa diterima di UGM. Ia melihat Sudarmono memiliki kecerdasan emosional, spiritual, dan intelektual yang dapat dibanggakan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya