Mahasiswa UI Juara Lomba Debat di Singapura

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Kamis 09 Juli 2015 04:27 WIB
Share :

DEPOK - Delegasi mahasiswa UI atas nama Asti Shafira (Fakultas Kesehatan Masyarakat 2014) dan Chandra Anwar (Fakultas Hukum 2012) berhasil meraih penghargaan honorable mention (setara juara 3) pada ajang kompetisi Singapore Model United Nations (SMUN) pada Juni 2015 di Singapura. Sebagai juara pertama adalah National University of Singapore dan juara kedua diraih oleh Nanyang Technological University.

Juara lainnya diraih Mayang Krisnawardhani (mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2013) yang terpilih menjadi moderator dan pemimpin sidang pada SMUN 2015 dengan membawakan topik sidang terkait keberlanjutan Area Perdagangan Bebas ASEAN dan Keamanan Pangan di Asia Tenggara. Selain ketiga mahasiswa tersebut, UI juga mengirimkan empat delegasi lainnya sebagai peserta pada SMUN 2015 yaitu Amy Darajati Utomo (FISIP 2012),Diah Kristiningsih (FH 2014),Meutia Rahmadina (Fakultas Teknik 2014) dan Nilam Laksitarasmi (Fakultas Ekonomi 2013).

SMUN merupakan simulasi persidangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dimana mahasiswa berkompetisi dalam kemampuan berdebat, bernegosiasi, dan menghasilkan resolusi dengan memberikan ide-ide inovatif dalam mengatasi permasalahan internasional.

Mahasiswa akan berperan selayaknya diplomat dan merepresentasikan berbagai negara di dalam konsul-konsul perserikatan bangsa-bangsa seperti ASEAN Region Forum, United Nations Children’s Fund (UNICEF), Association of Southeast Asia Nations plus three (ASEAN 3+),United Nations High Commissioner for Refugee (UNHCR), Historical Security Council (HSC), dan lainnnya. SMUN dikategorikan sebagai MUN terbesar di Asia Tenggara yang diikuti oleh 1.000 mahasiswa dari lintas negara.

Pada kesempatan SMUN 2015, delegasi UI yang diwakili oleh Asti dan Chandra berperan merepresentasikan negara USA pada komite ASEAN Regional Forum (ARF) dengan mengangkat topik terkait perlombaan senjata antar negara Asia.

Dalam simulasi tersebut, tim UI sebagai perwakilan negara Amerika menawarkan dua solusi yaitu: Membentuk sebuah forum penyelesaian konflik wilayah di Asia yang mempunyai kekuatan mengikat dari segi hukum dan Membuat Code of Conduct bagi seluruh negara dalam aturan mengenai wilayah konflik di laut cina selatan. Solusi ini diharapkan dapat menyelesaikan konflik serta meredam perlombaan senjata di asia dalam kurun waktu 5 tahun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya