JAKARTA - Kaki dan tangan Natalia Hersaniati boleh lumpuh, tapi tidak semangatnya. Meski tidak bebas bergerak layaknya orang normal, Natalia bertekad mewujudkan cita-citanya sebagai penerjemah dengan belajar sungguh-sungguh selama kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Awalnya, putri pertama Herlambang Pambudi (44) dan Meliana Susan Supriatun (43) itu sama seperti anak normal lainnya. Namun ketika umur 15 bulan, dia terkena panas tinggi. Setelah dibawa ke puskesmas terdekat, dokter mendiagnosis Natalia terkena polip sehingga beberapa sarafnya tidak berfungsi optimal.
"Sehingga, kaki dan tangan saya mengecil serta uratnya menegang hingga hampir tidak bisa digerakkan,” ujar Natalia, seperti dinukil dari situs Unnes, Kamis (27/11/2014).
Kenyataan tersebut diterima dara berusia 20 tahun itu dengan ikhlas. Dia menilai kejadian yang dialaminya hingga kini adalah takdir yang harus dihadapi.