Menanam Mangrove Tidak Rumit, Kok!

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis
Selasa 21 Oktober 2014 19:09 WIB
Menanam Mangrove Tidak Rumit, Kok! (Foto: Rachmad Faisal/Okezone)
Share :

JAKARTA - Menanam mangrove alias bakau tidak rumit. Kuncinya, teliti dan cermat. Jika tidak, maka kita bisa gagal.

Pengelola sekaligus pemandu penanaman mangrove di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Mohamad Buang menjelaskan, ada 10 jenis Mangrove. Sedangkan spesies mangrove yang gampang dan sering ditemukan di Pulau Untung Jawa adalah Rhizophora Stylosa, Rhizophora Mucronata, Rhizophora Apiculata, dan Rhizophora Avicennia. Untuk membedakan jenis-jenisnya, kata Buang, dapat dilihat dari buah dan daun.

"Sedangkan penanaman mangrove menggunakan progagul atau buah mangrove yang biasanya jatuh dari pohon. Rata-rata panjang progagul adalah 50 cm," ujar Buang, saat berbincang dengan Okezone di sela-sela acara Sore Keakraban Hima Technopreneur Surya University (SU), di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, belum lama ini.

Jadi, Ketua Lembaga Desa Konservasi 2010 itu melanjutkan, akar progagul dibalut dengan sediaan tanah. Kemudian, bibit tersebut dibungkus plastik polybag selama maksimal satu tahun.

Selama masa persemaian, imbuh Buang, bibit tersebut harus dipastikan selalu dalam keadaan basah. Biasanya, setiap satu bulan akan keluar satu daun.

"Tunggu sampai paling lama satu tahun, kalau lebih dari satu tahun tidak bagus karena terlalu tua," jelasnya.

Penerima Kalpataru Kategori Pengabdi Lingkungan Nasional 2004 itu melanjutkan, bibit yang telah siap kemudian ditanam di pesisir pantai. Tanaman baru itu pun harus dirawat intensif selama satu tahun.

"Dua hari sekali harus diawasi. Penanaman mangrove memang manja dan sensitif, sehingga keberhasilannya paling tidak mencapai 60-70 persen," ucapnya.

Selain itu, pria yang pernah mendapatkan tiga piagam dari Gubernur DKI Jakarta 2004 Sutiyoso dan Menteri Lingkungan Hidup periode 2004 itu menjelaskan selain menahan abrasi, akar mangrove bisa menjadi media perkembangbiakan hewan seperti ikan, udang, kepiting, dan lainnya. Dia memaparkan, ikan yang baru menetas menjadi terlindungi, burung bisa membuat sarang di atas pohon dan pulau dapat selamat dari deburan ombak.

Tapi hingga kini, keberadaan mangrove di Indonesia semakin lama semakin berkurang karena gencarnya pembangunan di pesisir pantai. Misalnya yang terjadi di Pantai Indah Kapuk (PIK), Marunda dan pulau Kalimantan yang masih minim hutan mangrove. Buang pun sangsi pada 2030 nanti tanaman mangrove masih bertahan.

Oleh karena itu, ujar Buang, pemerintah harus membantu dan memperhatikan hutan mangrove di Indonesia. Jika tidak ada dukungan, maka sampai kapan pun masyarakat tidak akan sadar mengenai pentingnya penanaman mangrove.

"Sekuat-kuatnya buatan manusia dan sekokoh apa pun tetap saja alam yang menentukan, tapi setidaknya mengurangi bencana. Saya siap mengajarkan cara menanam mangrove," tuturnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya