JAKARTA - Sampah masih menjadi masalah utama pada tata kelola kota, termasuk di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah sampah, Program Studi Technopreneurship Surya University menggandeng Bappeda dan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel mengadakan kompetisi Indonesia Sociopreneur Challenge (ISoC).
Pada penyelenggaraan perdananya ini, ISoC mengambil tema "Waste Around Us". Peserta pada ajang ini merupakan WNI usia 15-30 tahun. Terdapat tiga kategori perlombaan, yakni applied technology, apps, dan digital campaign. Adapun setiap kategori memiliki dua tahap, mencakup ide (idea stage) dan startup (startup stage).
Setelah dibuka pada 14 September 2015 oleh Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany dan melewati proses seleksi, para finalis kemudian mengikuti bootcamp pada 12-15 Desember 2015 di Hotel Ara Gading Serpong.
Selama bootcamp, finalis memeroleh pembekalan materi terkait design thinking for social entrepeneurship, financing for social enterprise, HAKI, serta cara presentasi yang smart oleh tim dari Surya University. Selain itu, pemerintah Kota Tangsel juga memberikan pembekalan akan masalah dan dampak sampah yang ada di Tangsel.
Untuk melihat kondisi nyata di lapangan, para peserta diajak mengunjungi TPA Cipeucang, TPS 3R, dan bank sampah di daerah Pipa Mas. Tujuan kunjungan tersebut sendiri supaya finalis dapat mengembangkan idenya menjadi lebih siap diimplementasikan di Kota Tangsel.