Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penerima KIP Kuliah dari Wilayah 3T Capai 85.390 Mahasiswa

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |17:06 WIB
Penerima KIP Kuliah dari Wilayah 3T Capai 85.390 Mahasiswa
KIP Kuliah. (Foto: Okezone)
A
A
A

2. Perbedaan Asal Mahasiswa dan Lokasi Kampus

Menurutnya, ada perbedaan antara asal mahasiswa dan lokasi kampus. Sebanyak 85.390 mahasiswa atau 10,2 persen memang berasal dari kabupaten/kota Daerah Khusus 3T, namun yang benar-benar menempuh kuliah di perguruan tinggi yang berlokasi di wilayah 3T hanya 45.348 mahasiswa atau 5,4 persen.

“Artinya, sebagian mahasiswa asal 3T memilih melanjutkan studi di luar wilayah asalnya,” kata Qodari.

Qodari mengatakan KIP Kuliah semakin menjangkau kelompok yang benar-benar menjadi prioritas program. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membandingkan kuota penerima dengan dua basis data.

Basis data pertama yakni, jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Menengah pada 2026 (per pembaruan 20 Februari 2026) tercatat 1.974.451 siswa. Sebanyak 524.047 siswa di antaranya berada pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 4 menjadi kelompok yang menjadi prioritas sasaran KIP Kuliah.

Basis data kedua adalah jumlah mahasiswa baru jenjang sarjana dan diploma pada 2025 mencapai 1.835.693 mahasiswa. Terdiri atas 851.983 mahasiswa di PTN dan 983.710 mahasiswa di PTS.

Dari perbandingan tersebut, kuota 200.000 penerima baru KIP Kuliah setiap tahun setara dengan 10,9 persen dari total mahasiswa baru nasional. Namun, jika dibandingkan khusus dengan populasi prioritas atau yang berhak (eligible), yakni 524.047 siswa pada DTSEN desil 1 hingga desil 4, kuota 200.000 penerima baru tersebut setara dengan 38,2 persen.

“Ini menunjukkan jangkauan yang jauh lebih signifikan terhadap kelompok yang benar-benar menjadi prioritas program,” kata Qodari.

Qodari mengatakan Program KIP Kuliah juga terbukti meningkatkan akses ke pendidikan tinggi bagi kelompok ekonomi rentan. Dari total penerima on going tahun 2026 tercatat 840.792 mahasiswa, dengan rincian 380.741 mahasiswa di 124 PTN dan 460.051 mahasiswa di 2.204 PTS. Khusus penerima baru tahun 2025, tercatat 233.233 mahasiswa yang tersebar di 124 PTN dan 2.089 PTS.

Dari sisi latar belakang ekonomi, rata-rata pendapatan kotor gabungan orang tua penerima baru 2025 hanya sekitar Rp1,274 juta per bulan untuk penerima di PTN dan Rp1,181 juta per bulan untuk penerima di PTS.

“Ini menunjukkan bahwa program ini menjangkau kelompok dengan kemampuan ekonomi yang benar-benar terbatas,” kata Qodari.

Dari sisi jenjang dan bidang studi, sebanyak 90 persen penerima menempuh program sarjana atau sarjana terapan. Sementara jika dilihat dari distribusi rumpun ilmu, penerima paling banyak berasal dari rumpun ilmu sosial dan humaniora (Soshum) sebesar 59 persen, disusul sains dan teknologi (Saintek) 32 persen, kesehatan 9 persen, dan kedokteran 0,1 persen.

(Djanti Virantika)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement