Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jurusan AI Jadi Pilihan di Tengah Perubahan Dunia Kerja

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |12:27 WIB
Jurusan AI Jadi Pilihan di Tengah Perubahan Dunia Kerja
Jurusan AI Jadi Pilihan di Tengah Perubahan Dunia Kerja (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai memengaruhi berbagai sektor, mulai dari teknologi, kesehatan, keuangan, pendidikan, hingga industri kreatif. Perubahan tersebut turut berdampak pada kebutuhan tenaga kerja dan membuat kompetensi di bidang AI semakin banyak diperhitungkan dalam dunia pendidikan tinggi.

Kondisi ini membuat pilihan jurusan kuliah ikut mengalami perubahan. Jika sebelumnya bidang seperti kedokteran, hukum, ekonomi, atau teknik menjadi pilihan yang umum dipertimbangkan calon mahasiswa, kini bidang yang berkaitan dengan AI, machine learning, dan ilmu data mulai mendapat perhatian.

Bagi calon mahasiswa, memilih jurusan AI bukan semata-mata soal mempelajari teknologi terbaru. Bidang tersebut membutuhkan pemahaman terhadap matematika, statistik, pemrograman, pengolahan data, serta kemampuan menganalisis dan menyelesaikan masalah.

AI Tidak Hanya untuk Calon Programmer

Anggapan bahwa AI hanya berkaitan dengan pemrograman mulai berubah seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi tersebut. AI kini digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan, seperti menganalisis data, mengolah dokumen, memberikan rekomendasi, mendukung layanan pelanggan, hingga membantu proses produksi konten.

Karena itu, kebutuhan terhadap talenta AI juga tidak selalu berada pada posisi yang sepenuhnya teknis. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang mampu menggabungkan kemampuan AI dengan pengetahuan di bidang tertentu.

Beberapa profesi yang berkembang seiring pemanfaatan AI antara lain AI Engineer, Machine Learning Engineer, Data Scientist, AI Product Specialist, AI Consultant, serta berbagai pekerjaan yang menggabungkan teknologi AI dengan bidang bisnis dan industri.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mempelajari AI dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin memiliki kompetensi lintas bidang. Namun, kemampuan teknis tetap menjadi salah satu fondasi penting, terutama bagi mereka yang ingin berkarier sebagai pengembang sistem AI.

Apa yang Dipelajari di Jurusan AI?

Program studi yang berfokus pada AI umumnya tidak hanya mengajarkan cara menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Mahasiswa dapat mempelajari dasar-dasar matematika dan statistik yang menjadi fondasi pengembangan AI.

Materi pembelajaran juga dapat mencakup data science, machine learning, computer vision, natural language processing, robotika, hingga Internet of Things (IoT). Mahasiswa juga perlu memahami bagaimana data dikumpulkan, diproses, dianalisis, dan digunakan untuk membangun sebuah sistem.

Selain kemampuan teknis, aspek etika juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran AI. Perkembangan teknologi menimbulkan sejumlah persoalan seperti privasi data, keamanan, bias algoritma, hak cipta, hingga penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, lulusan AI tidak hanya dituntut mampu membuat atau menjalankan teknologi, tetapi juga memahami dampak penggunaannya terhadap masyarakat.

Prospek Lulusan Jurusan AI

Meluasnya penggunaan AI membuka peluang pekerjaan di berbagai sektor. Lulusan dengan kompetensi AI dapat bekerja di perusahaan teknologi maupun industri yang mulai menerapkan transformasi digital.

Sektor perbankan, kesehatan, manufaktur, telekomunikasi, perdagangan, pendidikan, hingga industri kreatif menjadi beberapa bidang yang dapat memanfaatkan kemampuan tersebut.

Namun, prospek karier tidak hanya ditentukan oleh nama jurusan. Kemampuan menyelesaikan persoalan nyata, pengalaman mengerjakan proyek, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga menjadi faktor yang penting.

Hal ini karena teknologi AI berkembang dengan cepat. Pengetahuan dan perangkat yang digunakan saat mahasiswa memulai kuliah dapat berubah ketika mereka memasuki dunia kerja.

Pendidikan AI Perlu Beradaptasi dengan Industri

Perubahan teknologi membuat perguruan tinggi menghadapi tantangan untuk memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan industri. Pendidikan AI idealnya tidak hanya memberikan teori, tetapi juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengerjakan proyek dan memahami penerapan teknologi dalam persoalan nyata.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan mahasiswa pada kebutuhan dunia kerja. Pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa memahami bagaimana teknologi AI digunakan untuk menyelesaikan persoalan bisnis maupun sosial.

Di Indonesia, kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan peluang bonus demografi. Jumlah penduduk usia produktif yang besar dapat menjadi modal untuk membangun sumber daya manusia dengan kemampuan teknologi, termasuk AI.

Pilihan Jurusan Harus Disesuaikan dengan Minat

Meski prospek bidang AI semakin berkembang, calon mahasiswa tetap perlu mempertimbangkan minat dan kemampuan pribadi sebelum memilih jurusan.

Jurusan AI umumnya membutuhkan ketertarikan terhadap teknologi, logika, matematika, data, serta kemampuan berpikir analitis. Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya memahami terlebih dahulu materi yang akan dipelajari dan jenis pekerjaan yang dapat dijalani setelah lulus.

AI juga tidak harus menjadi satu-satunya pilihan. Mahasiswa dari bidang lain tetap dapat mempelajari AI sebagai kompetensi tambahan yang mendukung bidang keahliannya.

Perguruan Tinggi Mulai Memperluas Pendidikan AI

Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mulai mengembangkan program pendidikan yang berkaitan dengan AI sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah BINUS University yang memperluas program Artificial Intelligence ke sejumlah kampusnya di Indonesia.

Selain program khusus AI, bidang Computer Science juga mulai memasukkan pembelajaran terkait kecerdasan buatan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa.

Menurut Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., perkembangan AI membuat pendidikan tinggi perlu memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda untuk mempelajari teknologi tersebut.

Sementara itu, Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., menilai pembelajaran AI perlu mencakup kemampuan memahami teknologi, mengevaluasi hasilnya, mengembangkan solusi, serta mempertimbangkan aspek penggunaannya secara bertanggung jawab.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa AI semakin menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi. Bagi calon mahasiswa, memahami materi kuliah, kompetensi yang dibangun, dan prospek karier menjadi langkah penting sebelum menentukan pilihan.

Pada akhirnya, memilih jurusan AI bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Yang lebih penting adalah memastikan bidang yang dipilih sesuai dengan minat dan kemampuan, sekaligus memberikan fondasi yang cukup untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang terus berkembang.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement