2. Histori Pola Ekonomi
Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa siklus ekonomi Indonesia secara historis bergerak dalam pola ekspansi dan resesi. Berdasarkan pengamatannya, fase ekspansi biasanya berlangsung 7–10 tahun, disusul periode kontraksi sekitar satu tahun sebelum kembali memasuki fase pertumbuhan.
"Terakhir kita ekspansi dari 2009 sampai 2020, lalu sempat resesi, dan sekarang kita masuk fase ekspansi lagi. Kalau kebijakannya tepat, kita bisa menjaga ekspansi sampai sekitar 2033," ujarnya.
3. Indikator Leading Economic Index
Purbaya juga menyoroti indikator leading economic index yang menurutnya mencerminkan arah ekonomi 6-12 bulan ke depan. Setelah sempat melemah, indikator tersebut disebut mulai menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga memperkuat keyakinan terhadap prospek jangka menengah.
Ia menilai kondisi ini menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan yang lebih tinggi, asalkan kebijakan fiskal dan strategi pengelolaan ekonomi tetap konsisten dan responsif terhadap tantangan global.
Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang pada Februari 2025. Jumlah itu bertambah 83,45 ribu orang dibandingkan periode Februari 2024.
Data BPS mencatat penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 216,79 juta orang dan angkatan kerja sebanyak 153,05 juta orang. Dari jumlah tersebut, yang bekerja sebanyak 145,77 juta orang dan bukan angkatan kerja sebanyak 63,74 juta orang. Secara rinci, dari 145,77 juta orang yang bekerja, terdapat 96,48 juta pekerja penuh, 37,62 juta pekerja paruh waktu, dan 11,67 juta setengah pengangguran.
(Rani Hardjanti)