Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Sedih Bocah Kelas IV SD Gantung Diri di Pohon Cengkih Ngada, NTT, Diduga Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Rani Hardjanti , Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |19:55 WIB
Kisah Sedih Bocah Kelas IV SD Gantung Diri di Pohon Cengkih Ngada, NTT, Diduga Tak Mampu Beli Buku dan Pena
Kisah Sedih Bocah Kelas 4 SD Gantung Diri di Pohon Cengkih Ngada NTT, Diduga Tak Mampu Beli Buku dan Pena. (Foto: trending_makassar)
A
A
A

Mrs.Black6687: Ibunya pasti nyesel banget, tahu gitu mending pinjam dulu buat beli buku dan pena.

99 nights in the forest: Itu harga peti mahal lho, terus buat bantu beli buku Rp10 ribu saja kalian tidak bisa???????

M: Permasalahannya tentu enggak cuma sebatas buku dan pena saja. Hidup semiskin itu mental anak juga hancur.

Henness: Stop normalisasi punya anak banyak, apalagi ekonomi lagi susah.

finzz: Apaan, gue kira dibully. Bingung banget, ah. Anak gue enggak dibeliin buku diem aja.

@pisces????: Dasar konstitusional: Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 berbunyi, “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.” Tolong jangan sampai terulang lagi ????????

Afan Do: Ada apa dengan negeri ini.

Egar Khan: Kalau ada MBG setidaknya tidak kelaparan anak tersebut. Sayangnya sekolah dan perangkat desa tidak sensitif terhadap ekonomi keluarga siswa, padahal ada dana BOS, BLT, dan lain-lain.

H: Negara Indonesia adalah negara termiris di dunia. Seharusnya peralatan sekolah ditanggung oleh sekolah.

evendersains: Bukan rakyat yang kejam, tapi negeri ini yang lebih kejam.

az.danendra: “Maaf, Dek, makan gratis lebih penting,” itu kata mereka.

muffin: Awas nanti diserang buzzer MBG.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement