Greenland memiliki peran strategis dalam politik global, terutama dalam konteks Perang Dingin dan geopolitik Amerika Utara. Salah satu alasan penting mengapa Denmark mempertahankan kontrol atas Greenland adalah posisi pulau tersebut yang sangat strategis di Arktik.
Pada masa Perang Dingin, Amerika Serikat membangun pangkalan militer di Greenland sebagai bagian dari sistem pertahanan NATO, khususnya di Thule Air Base. Keberadaan pangkalan ini menjadikan Greenland sebagai aset penting bagi negara-negara besar, meskipun secara geografis lebih dekat dengan Amerika Serikat.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa Amerika Serikat tidak menguasai Greenland, mengingat kedekatannya dengan wilayah AS. Pada tahun 1946, Presiden AS Harry S. Truman bahkan menawarkan untuk membeli Greenland dari Denmark seharga $100 juta, namun tawaran ini ditolak oleh pemerintah Denmark. Alasan penolakan ini berkaitan dengan kedekatan Greenland dengan budaya dan sejarah Denmark, serta komitmen Denmark terhadap kedaulatan pulau tersebut.