"Buku ini lahir dari keresahan yang sangat dekat dengan kehidupan keluarga pada umumnya, Indonesia. Banyak orangtua menghadapi kecemasan anak setiap kali harus pergi ke dokter, dan sering kali rasa takut itu tumbuh karena kurangnya pemahaman, atau persepsi yang buruk," tambahnya.
Kolaborasi itu mempertemukan latar belakang yang saling melengkapi. Maria Ardelia dikenal sebagai penulis novel sekaligus dokter spesialis neurologi, yang kerap mengangkat isu kesehatan dan kemanusiaan melalui pendekatan naratif yang hangat dan membumi. Sementara itu, Karen Nijsen merupakan sosok yang peduli serta aktif berkecimpung dalam dunia sosial dan edukasi anak, dengan perhatian khusus pada isu kesejahteraan anak dan pembentukan karakter sejak dini. Hal itu menjadikan perspektif dalam buku yang tidak hanya informatif, tetapi juga empatik dan relevan dengan kebutuhan keluarga masa kini.
"Kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih hangat dan manusiawi. Melalui Mika dan Maka, kami berusaha mengubah persepsi bahwa dokter bukan sosok yang menakutkan, melainkan teman yang membantu menjaga kesehatan. Harapannya, anak-anak Indonesia dapat tumbuh dengan relasi yang lebih sehat dan positif terhadap dunia medis sejak dini," sambungnya.
Maria Ardelia menambahkan bahwa fleksibilitas pesan dalam buku ini menjadikannya relevan untuk berbagai konteks. “Mika & Maka dirancang agar pesannya dapat sampai ke semua kalangan, karena keberanian lahir dari cara kita menghadapi ketakutan, dalam hal apa pun.
"Kami berharap buku ini dapat menjadi bacaan positif di lingkungan keluarga maupun pendidikan, khususnya dalam menanamkan gaya hidup sehat dan keberanian sejak dini,” pungkas Maria.
(Khafid Mardiyansyah)