JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie memberikan dorongan kuat kepada generasi muda agar mempersiapkan diri menghadapi era digital. Kesiapan itu bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi dari sisi kemampuan berpikir kritis dan evaluasi informasi.
Prof. Stella menyampaikan bahwa talenta digital bukan hanya soal kecanggihan teknologi, namun lebih kepada kualitas manusia yang menggunakan teknologi itu.
“Talenta digital itu bukan soal digitalnya, tapi talentanya manusianya. Kalau manusianya tidak bisa mengevaluasi apakah informasi yang digasih tahu digital itu bagus atau palsu, ini tidak akan berhasil," ujar Stella Christie, di sela iNews Campus Connect di Universitas Tarumanagara yang diselenggarakan dua hari, yakni Rabu-Kamis (26-27/11/2025).
Menurut dia, mahasiswa saat ini memerlukan dua modal penting yaitu rasa ingin tahu dan keinginan untuk terus belajar dari berbagai pengalaman dan sumber.
Menurutnya, dua hal tersebut yang bisa menjadi dasar untuk membangun pola pikir kritis yang sangat dibutuhkan saat ini.
"Rasa ingin tahu dan keinginan mencari banyak pemikiran dari berbagai macam narasumber itu membantu mahasiswa kita untuk bisa berpikir kritis,” ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa mahasiswa dan generasi muda pada umumnya perlu membiasakan diri memikirkan alternatif sebelum membuat keputusan. Menurutnya, banyak orang termasuk mahasiswa sering menggunakan insting dalam mengambil keputusan.
Padahal ada baiknya mempertimbangkan berbagai opsi terlebih dahulu. Dijelaskan bahwa membiasakan diri memikirkan berbagai alternatif akan memudahkan dalam menimbang mana pilihan terbaik.
Baik itu pilihan untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Contohnya dalam menentukan mengambil magang, memilih jalur pendidikan, hingga keputusan karier atau kehidupan sehari-hari.
"Kalau kita biasa memikirkan alternatif, kita akan terbiasa membandingkan lebih baik mengambil pekerjaan A, B, atau C yang menguntungkan untuk diri sendiri dan sesama,” ujar Stella Christie.
Menurutnya, kemampuan melihat alternatif ini penting bukan hanya dalam pendidikan, tetapi dalam kehidupan secara umum. Termasuk untuk menilai kebijakan, peluang riset, maupun karier di masa depan.
Dalam kesempatan itu ia juga memberikan nasihat bagi GenZ, bahwa hidup adalah rangkaian pilihan. Maka setiap pilihan harus dipertimbangkan dengan bijak.
(Rani Hardjanti)