Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meningkatkan Pendidikan Melalui Teknologi

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Kamis, 29 Februari 2024 |17:18 WIB
Meningkatkan Pendidikan Melalui Teknologi
Foto: Dok ASUS
A
A
A

JAKARTA-Di tengah percepatan era digital, pendidikan menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi paling signifikan. Transformasi ini tidak hanya terjadi di negara maju, tetapi juga di negara berkembang seperti Indonesia. Universitas dr. Soebandi di Jember, Indonesia, merupakan contoh nyata dari bagaimana institusi pendidikan di negara berkembang berupaya mengadaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

 

Memeluk Era Digital

Latar belakang peningkatan pendidikan melalui teknologi di universitas ini dimulai dari kesadaran akan kebutuhan untuk membuat pendidikan lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Dengan visi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan adaptasi dengan perkembangan zaman, Universitas dr. Soebandi mengambil langkah strategis melalui kerjasama dengan ASUS, sebuah perusahaan teknologi global yang dikenal dengan inovasi dan produk berkualitasnya.

“Kita mengusung menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing. Untuk itu kita menghadirkan fasilitas agar para mahasiswa bisa belajar mandiri, secara meredeka, serta bisa mengekplorasi kemampuannya secara maksimal,” ujar Andi Eka Pranata, Rektor Universitas dr.Soebandi.

Dia menambahkan baginya ASUS memiliki nilai lebih, ASUS menghadirkan sebuah produk yang sangat simple, suitable untuk masing-masing personal, dan sudah sangat dikenal di masyarakat. Sehingga ketika mahasiswa kami menggunakannya, mereka sudah sangat familiar dengan produk ini.

Kerjasama ini melibatkan penyediaan infrastruktur teknologi pendidikan, seperti perangkat komputer, laptop, dan sistem manajemen pembelajaran yang memungkinkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara lebih efektif dan efisien. Penggunaan teknologi ASUS di kampus ini tidak hanya terbatas pada kegiatan pembelajaran konvensional di dalam kelas, tetapi juga mendukung inisiatif pembelajaran jarak jauh, yang menjadi sangat kritis selama pandemi Covid-19.

 BACA JUGA:

Manfaat yang diperoleh dari integrasi teknologi dalam pendidikan di Universitas dr. Soebandi sangat luas. Mahasiswa mendapatkan akses ke sumber belajar yang lebih beragam dan interaktif, dosen dapat menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik dan menggugah inovasi, serta administrasi universitas menjadi lebih lancar dengan sistem informasi manajemen yang terintegrasi.

Selain itu, adaptasi terhadap teknologi juga membuka peluang bagi universitas untuk menjangkau mahasiswa dari berbagai daerah, bahkan dari negara lain, melalui program pendidikan jarak jauh.

Director of Commercial Business Product ASUS Indonesia,Yulianto Hasan  mengatakan bahwa salah satu misi ASUS Business adalah memberikan nilai dan manfaat yang maksimal bagi penggunanya. Tidak hanya dari sisi ekonomis, tetapi juga kemudahan penggunaan hingga maintenance.

“Kami sangat bangga bisa bermitra dengan Universitas dr.Soebandi yang secara langsung turut serta dalam mencerdaskan bangsa melalui Pendidikan yang berkualitas," tuturnya.

Kolaborasi: Kunci Menghadapi Tantangan Digital

Integrasi teknologi dalam pendidikan tidak tanpa tantangan. Masalah seperti keterbatasan akses internet di beberapa daerah, kesiapan infrastruktur, dan adaptasi pengguna menjadi hambatan yang signifikan. Untuk mengatasi ini, Universitas dr. Soebandi dan ASUS bekerja sama dalam menyediakan pelatihan untuk dosen dan staf, memperkuat infrastruktur TI, dan menyediakan solusi akses internet yang lebih baik bagi mahasiswa. Selain itu, upaya untuk mengedukasi seluruh komunitas akademik tentang pentingnya keamanan dan etika digital juga ditingkatkan.

Melalui kolaborasi ini, Universitas dr. Soebandi berhasil menunjukkan bagaimana pendidikan dapat diubah dengan bantuan teknologi. Ini bukan hanya tentang penggunaan alat digital dalam pembelajaran, tetapi lebih luas lagi, tentang bagaimana mempersiapkan generasi mendatang dengan kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk berhasil di era digital. Kemitraan antara sektor pendidikan dan industri teknologi, seperti yang ditunjukkan oleh Universitas dr. Soebandi dan ASUS, memberikan model yang bisa diikuti oleh institusi pendidikan lainnya di seluruh dunia.

Masa Depan Pendidikan

Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi evolusi pendidikan, memaksa universitas dan lembaga pendidikan lainnya untuk berinovasi dan beradaptasi dengan cepat. Pengalaman ini juga membuktikan pentingnya kolaborasi antarsektor dalam mendorong inovasi pendidikan. Dengan memadukan sumber daya, pengetahuan, dan teknologi, pendidikan dapat dibuat lebih relevan, menarik, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Dalam konteks global, upaya Universitas dr. Soebandi dan ASUS memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tantangan pendidikan, terutama dalam situasi krisis. Kedepannya, penting bagi lembaga pendidikan untuk terus menjalin kerjasama dengan industri teknologi dan pemangku kepentingan lainnya, untuk memastikan bahwa pendidikan terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari integrasi teknologi dalam pendidikan. Ini termasuk memastikan bahwa teknologi digunakan untuk mendukung pembelajaran yang inklusif dan menyeluruh, serta mendorong pengembangan keterampilan kritis yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan. Universitas dr. Soebandi telah menetapkan contoh yang kuat dalam hal ini, dengan menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung visi pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.

Dalam dunia yang terus berubah, pendidikan adalah kunci untuk mempersiapkan individu dan masyarakat untuk masa depan. Melalui pemanfaatan teknologi, institusi seperti Universitas dr. Soebandi menunjukkan bahwa pendidikan dapat terus berkembang, memberikan peluang bagi semua orang untuk belajar, tumbuh, dan berhasil dalam kehidupan mereka. Ini bukan hanya tentang mempersiapkan siswa untuk pekerjaan masa depan, tetapi juga tentang membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang mereka butuhkan untuk menjadi warga dunia yang bertanggung jawab dan produktif.

(Fitria Dwi Astuti )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement