Setelah Ridwan Kamil lulus SMA pada tahun 1990, ia melanjutkan pendidikan tingginya di program S1 Teknik Arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1995. Tidak cukup puas dengan gelarnya tersebut, Kang Emil kembali melanjutkan studi ke tingkat master di University of California, Berkeley, Amerika Serikat, dan berhasil menyelesaikan gelarnya pada tahun 2001. Selama menempuh studi S2, Kang Emil tidak membayar uang kuliah sepeser pun karena dirinya mendapatkan beasiswa untuk studinya tersebut.
Selama berkuliah S2, Kang Emil juga mengambil pekerjaan paruh waktu. Dirinya sempat bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley. Pada tahun 1999 setelah Kang Emil lulus dari S-2 University of California, Berkeley, Kang Emil melanjutkan pekerjaan dengan profesional sebagai seorang arsitek di berbagai firma yang bertempat di negara Amerika Serikat.
Setelah kembali ke Indonesia, Ridwan Kamil mendirikan sebuah perusahaan konsultan dan terjun ke dunia politik pada tahun 2013. Pada tahun itu Ridwan Kamil dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai walikota Bandung.
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni, seorang pengusaha dan politisi terkemuka dari Partai Nasdem, memiliki latar belakang keluarga yang sederhana. Orang tuanya adalah pedagang nasi Padang di Pelabuhan Tanjung Priok, dan masa sekolah dasar serta menengahnya dihabiskan di lingkungan Tanjung Priok.
Melansir dari laman resmi DPR, Senin (26/2/2024), dia menempuh studi SD di SDN Kebon Bawang dari tahun 1985 - 1991. Kemudian dirinya bersekolah di SMP Yappenda dari tahun 1991 - 1994. SMA-nya dijalani di SMA Negeri Baru Cilincing, yang sekarang dikenal sebagai SMAN 114 Jakarta. Setelah lulus SMA pada tahun 1997, Ahmad Sahroni langsung memasuki dunia kerja.
Tetap ingin memiliki gelar S1, dirinya kemudian akhirnya dapat meraih gelar S1-nya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa Bekasi yang diperoleh pada tahun 2009. Tidak hanya itu, Ahmad Sahroni juga turut menyelesaikan program S2-nya di Stikom InterStudi Pada tahun 2020.
Sebelum terjun ke dunia politik, Ahmad Sahroni memiliki berbagai pengalaman pekerjaan, mulai dari sopir truk, staf operasional, hingga menjadi direktur, serta mengembangkan bisnisnya sendiri. Pada tahun 2013, ia memasuki dunia politik dan menjadi anggota Partai Nasdem untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Legislatif 2024. Sejak saat itu, ia telah berkiprah di gedung DPR.
Itu tadi sekilas perbandingan latar pendidikan antara Ridwan Kamil dan Ahmad Sahroni. Menarik untuk melihat bagaimana peran keduanya dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2024 nanti.
(Feby Novalius)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik