Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa ITS Buat Alat Deteksi COPD Melalui Cairan Ludah

Timothy Gishelardo , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2024 |14:29 WIB
Mahasiswa ITS Buat Alat Deteksi COPD Melalui Cairan Ludah
Mahasiswa ITS Buat Inovasi Sistem Deteksi COPD. (Foto :okezone.com/ITS)
A
A
A

JAKARTA - Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginovasikan alternatif sistem deteksi Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Hal ini menjadi penting karena meningkatnya kasus kematian akibat COPD sehingga diperlukan adanya sistem deteksi penyakit tersebut.

COPD atau juga disebut Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit peradangan pada paru-paru dalam jangka waktu lama yang sering menyerang perokok aktif dan pasif. Penderita COPD akan mengalami kerusakan pada bronkus dan selaput paru atau pleura.

Guna mendeteksi COPD, Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD) mempunyai sistem deteksi standar menggunakan spirometer.

Ketua Tim Fani Ahmad Refansah menjelaskan, sistem deteksi COPD menggunakan spirometer dinilai kompleks karena memerlukan biaya yang mahal, waktu deteksi yang lama, dan memerlukan operator yang terampil. Bukan hanya itu, deteksi menggunakan spirometer tidak dapat diterapkan pada pasien yang mengalami eksaserbasi atau kondisi memburuknya gejala pernapasan.

“Sehingga diperlukan alternatif sistem deteksi COPD untuk mengatasi kompleksitas tersebut,” jelasnya, Jumat (2/2/2024).

Fani mengungkapkan, ada sebuah penelitian yang menyatakan penyakit COPD juga dapat dideteksi menggunakan komposisi sekresi mukosa. Hal tersebut terjadi karena penyakit COPD dapat memengaruhi kekentalan mukosa penderitanya. Selain itu, pasien COPD juga mengalami penurunan kadar aquaporin-5 pada saliva atau cairan ludah yang memengaruhi sifat permitivitasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement