Kebijakan Pemerintah untuk Meningkatkan Migrasi Keperawatan Internasional
Direktur Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan, Anna Kurniati turut menjelaskan bagaimana kondisi studi keperawatan serta strategi pemerintah yang mendorong perawat dalam melakukan mobilitas keperawatan. Menurut data yang dipaparkan oleh nya, terdapat 702.460 perawat yang terdaftar di Indonesia.
Anna juga menjelaskan, Indonesia memiliki total 793 studi keperawatan yang terdiri dari 431 pendidikan kejuruan dan 380 pendidikan profesional keperawatan. Setiap tahunnya, Indonesia berhasil menghasilkan 64.887 perawat.
Saat ini, perawat di Indonesia memiliki rasio sebesar 25 per 1.000 populasi, sehingga ketersediaan jumlah perawat sebenarnya sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional layanan kesehatan Indonesia.
Dari segi pasar internasional, Indonesia berhasil mengirimkan 5.391 ke lebih dari 12 negara selama 5 tahun terakhir. Angka tersebut masih dianggap rendah karena hanya mampu mengisi 22,3% kebutuhan suster di dunia.
Anna menjelaskan adanya strategi pemerintah untuk meningkatkan manajemen migrasi keperawatan internasional yaitu:
1. Manfaatkan Penelitian: memanfaatkan penelitian migrasi untuk keberlanjutan program dan mengoptimalkan manfaat bagi semua pihak
2. Jaringan Global: menciptakan platform bagi tenaga kesehatan untuk berjejaring secara internasional
3. Pengakuan atas kredensial internasional: Mengupayakan pengakuan internasional kualifikasi dokumen kredensial untuk menyederhanakan proses program migrasi
Adapun tantangan bagi perawat Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri meliputi penguasaan bahasa asing, pemahaman posisi pekerjaan, pengetahuan yang komprehensif tentang negara tujuan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan budaya baru.