Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Temukan Jalan Kuno Terbuat dari Es yang Digunakan Nenek Moyang 24.000 Tahun Lalu

Arsitta Dwi Pramesti , Jurnalis-Sabtu, 23 Desember 2023 |21:16 WIB
Ilmuwan Temukan Jalan Kuno Terbuat dari Es yang Digunakan Nenek Moyang 24.000 Tahun Lalu
Nenek moyang menemukan jalur darat terbuat dari es yang membeku (Foto: Science Alert)
A
A
A

JAKARTA – Penelitian mengungkapkan bahwa pelancong jaman dulu banyak menggunakan jalur darat untuk ke suatu tempat. Uniknya, jalan yang mereka tempuh adalah permukaan laut yang membeku.

Dilansir dari Science Alert, Sabtu (23/12/2023), permukaan es dari laut yang membeku memudahkan migrasi nenek moyang menuju tempat yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Jalan dari es ini, membuka jalur dari Siberia ke Dunia Baru, bahkan 10.000 tahun lebih awal dari perkiraan kedatangan orang-orang First Nations di Amerika Serikat.

Berdasarkan studi sedimen dan fosil kehidupan laut yang dianalisis oleh para peneliti dari Survei Geologi Amerika Serikat, Lembaga Oseanografi Woods Hole, dan Oregon State University, migrasi nenek moyang mengalami kemajuan pesat berkat menemukan jalur es darat.

 BACA JUGA:

Hal ini dibenarkan oleh presentasi ahli geologi Survei Geologi AS Summer Praetorius yang disampaikan pada Pertemuan Tahunan Persatuan Geofisika Amerika (AGU23) di San Francisco menunjukkan bahwa hamparan es musim dingin memiliki peran penting dalam perjalanan migrasi nenek moyang disaat perjalanan dengan perahu saat itu terlalu berbahaya.

 BACA JUGA:

Budaya Migrasi Jalur Es Masyarakat Clovis

 

Perjalanan di atas es identik dengan migrasi yang dikenal sebagai budaya masyarakat Clovis, pionir asli benua Amerika Serikat. Mereka berhasil menghubungkan perpindahan penduduk beberapa wilayah berkat jalur es ini.

Hal ini dibuktikan dari penemuan sisa kerangka dan ujung proyektil serupa yang ditemukan saat permukaan es mencair. Selain penemuan fosil, ilmuwan juga menyatakan bahwa data iklim pada saat itu mendukung pergerakan migrasi yang relatif mudah dilalui di daratan.

Selain itu Praetorius dan timnya, menemukan data dari analisis model iklim dan menegaskan bahwa angin kencang dan permukaan laut yang lebih rendah menyebabkan arus laut 20.000 tahun yang lalu dua kali lebih kuat dari arus saat ini. Sehingga sangat sulit bagi pelaut bermigrasi.

 BACA JUGA:

Hingga akhirnya, nenek moyang menemukan solusi untuk permasalahan migrasi pelaut. Kesulitan migrasi jalur laut ini teratasi dengan adanya hamparan es laut musim dingin yang luas di mana para migran dapat berjalan kaki, atau bahkan naik kereta luncur. Ilmuwan percaya bahwa daratan es ini masih eksis hingga sekitar 15.000 tahun yang lalu.

(Marieska Harya Virdhani)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement