Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akademisi Indonesia-Ukraina Perkuat Kerjasama Pendidikan Lewat Penelitian

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Kamis, 21 Desember 2023 |20:17 WIB
Akademisi Indonesia-Ukraina Perkuat Kerjasama Pendidikan Lewat Penelitian
Akademisi Ukraina dan Indonesia perkuat kerjasama di bidang pendidikan (Foto: Istimewa)
A
A
A

UKRAINA - Akademisi Ukraina dan Indonesia siap bekerjasama meluncurkan serangkaian proyek baru bersama-sama untuk meningkatkan kolaborasi akademik antara kedua negara. Sejak invasi Rusia ke Ukraina, semakin banyak pelajar Indonesia yang berhenti mengikuti kursus tentang Rusia untuk belajar tentang Ukraina.

Delegasi akademisi Indonesia telah menghabiskan lebih dari satu minggu di Ukraina, bertemu dengan universitas-universitas Ukraina untuk menyepakati rencana penelitian bersama dan kursus baru yang berfokus pada Ukraina. Peneliti Ilmu Politik Kyiv-Mohyla Academy National University, Maksym Yakovliev, meyakini kolaborasi penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih baik antara Ukraina dan Indonesia.

 BACA JUGA:

“Kami memahami bahwa mayoritas masyarakat Indonesia baru mengetahui Ukraina setelah invasi Rusia. Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia dan salah satu negara paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara, dan kini kami berharap dapat membangun hubungan yang lebih kuat di antara kami,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/12/2023).

Ia menambahkan, kerjasama pendidikan tinggi kedua negara yang baik dan berjangka panjang merupakan salah satu cara untuk mengatasi propaganda Rusia dengan membantu masyarakat memahami kebenaran tentang apa yang dilakukan Rusia di Ukraina. Dosen Universitas Airlangga Surabaya, Radityo Dharmaputra yang tergabung dalam delegasi masyarakat sipil Indonesia mengatakan masyarakat di Indonesia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Ukraina.

“Saya telah melihat dengan mata kepala sendiri kehancuran yang disebabkan oleh Rusia, saya bermalam di bunker, berlindung dari serangan udara, dan bertemu dengan orang-orang yang dikurung dan disiksa oleh Rusia. Melalui kerja sama akademis kita dapat membangun pemahaman nyata di Indonesia, yang membuka jalan bagi kita untuk membantu Ukraina dalam perjuangan mereka mencapai kebebasan,” ucapnya.

Radityo yang saat ini sedang menempuh program doktoral di Johan Skytte Institute of Political Studies, University of Tartu, menemukan bahwa akademisi Indonesia seringkali tidak memahami konteks sejarah hubungan Rusia-Ukraina, sehingga menimbulkan prasangka terhadap pendapat mereka tentang perang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa di universitasnya, dia melihat semakin banyak mahasiswa yang meninggalkan bahasa Rusia untuk belajar bahasa Ukraina, karena kemarahan atas invasi Rusia terhadap negara tetangganya.

Secara terpisah, Maria Sagaidak, peneliti ahli di Pusat Penanggulangan Informasi Badan Keamanan dan Pertahanan Ukraina (NSCD) dan Syetlana Slipchenko, peneliti VoxCheck, mengatakan kolaborasi penelitian dalam hal pengetahuan budaya akan semakin memperkuat kedua negara. “Harus diakui bahwa baik Ukraina, Indonesia, maupun masyarakat Asia belum saling mengenal dengan baik. Studi kami menemukan bahwa pesan salah yang disebarkan Rusia memanfaatkan ketidaktahuan tersebut, yang ternyata diyakini masyarakat,” kata Maria.

 BACA JUGA:

Pendapat ini diamini oleh Algooth Putranto, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya yang menunjukkan bagaimana sentimen masyarakat Indonesia yang cenderung mendukung Rusia berasal dari hal yang sangat sederhana. Selain Radityo Darmaputra dan Algooth Putranto, delegasi masyarakat sipil Indonesia terdiri dari Yanuardi Syukur, Pengurus Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dosen Antropologi Universitas Khairun (Unkhair), Ternate, KH Arif Fahrudin (Wakil Sekjen MUI Pusat Bidang Ukhuwah Islamiyah), H. Mokhamad Mahdum (Wakil Ketua BAZNAS RI) dan Moses Caesar Assa (Tenaga Ahli Komisi 1 DPR RI.)

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement