Dia mencontohkan dalam satu semester ketika mahasiswa harus mengambil 20-21 SKS, tidak semua mahasiswa merasa sanggup. Dan hal itu harus ditransformasikan atau diubah.
BACA JUGA:
“Di UNJ, contohnya dalam kurikulum, komposisi wajib 60-70 persen lainnya pilihan. Mahasiswa bisa ambil prodi yang lain sesuai minat. Ini harus diakomodir sistem akademiknya. Pilihan SKS itu yg penting. Apalagi sampai 20 SKS, kadang 12 SKS aja susah,” katanya.
Maka SKS tersebut bisa saja diganti dengan sistem atau materi yang lain. Misalnya dengan riset atau KKN dan magang atau studi independen dengan nilai yang setara.
(Taufik Fajar)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik