Lebih lanjut, ia menilai bahwa keberadaan Mastera sangat penting untuk menjadi sarana bagi para sastrawan muda untuk saling berbagi terkait kesastraan satu sama lain. “Ini sebagai pintu untuk meningkatkan mutu karya sastra di kawasan Asia tenggara. Acara semacam ini penting untuk para sastrawan dapat saling mengetahui karya sastra satu sama lain,” jelasnya yang suka menulis sejak SMA namun menekuni tulisan dengan lebih serius saat duduk di bangku kuliah.
Ketika ditanya cara menarik minat generasi muda terhadap kesusastraan, Faisal menjawab bahwa upaya meningkatkan minat baca melalui buku bacaan bermutu harus terus dilakukan sebagai langkah awal menumbuhkan kecintaan terhadap sastra pada generasi muda. “Saya berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang mendapat akses terhadap bacaan bermutu karena hal itu menjadi solusi efektif dalam meningkatkan minat baca bagi anak-anak,” tuturnya.
Mengenal Faisal Oddang
Faisal Oddang adalah pria kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan. Dia telah banyak menulis puisi, cerpen, novel, esai-esai sastra serta naskah drama. Faisal banyak menulis karya-karya sastra yang gagasannya berkaitan dengan masyarakat Bugis secara khusus, Sulawesi Selatan secara umum. Tulisannya telah terbit di berbagai media massa lokal maupun nasional. Berbagai penghargaan telah diraihnya baik secara nasional maupun internasional.
Dalam laporannya, Sekretaris Badan Bahasa, Hafidz Muksin menyampaikan bahwa SAKAT 2023 dilaksanakan dengan sistem pleno. Sesi pleno utama dilaksanakan dengan menghadirkan seorang pemakalah kunci dan pemakalah utama. Kemudian untuk sesi pleno panel, terdiri atas sesi pagi dan sesi siang, setiap sesi panel menghadirkan empat pembicara dari masing-masing negara anggota Mastera. Para pemakalah dalam SAKAT adalah pakar sastra, akademisi, dan sastrawan.
(Marieska Harya Virdhani)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik