Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Ingatkan Waspada Serangan Semut Api, Ini Dampaknya pada Tubuh

Salsyabila Sukmaningrum , Jurnalis-Kamis, 14 September 2023 |22:15 WIB
Ilmuwan Ingatkan Waspada Serangan Semut Api, Ini Dampaknya pada Tubuh
Semut merah api meluas di Eropa (Foto: Freepik)
A
A
A

Semut Api Merah ini tidak hanya menyerang benua Eropa, bahkan pernah sampai ke daratan bumi selatan. Di Australia, spesies invasif ini hampir melampaui kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kombinasi kucing liar, anjing liar, rubah, unta, kelinci, dan kodok tebu.

Sebelumnya, para ilmuwan juga telah memprediksi kedatangan semut ini di Eropa. Mereka telah berwaspada selama beberapa dekade ke belakang, hingga benar-benar terjadi saat ini. Salah satu ahli biologi dari Institut Biologi Evolusioner Spanyol, Mattia Menchetti berpendapat tentang fenomena ini.

 BACA JUGA:

“Menemukan spesies ini di Italia merupakan kejutan besar, tapi kami tahu hari ini akan tiba.” kata Menchetti, dikutip Kamis (14/9/2023).

Semut api mirip dengan gulma invasif karena paling mudah menyebar ke area yang sudah diganggu oleh manusia. Ketika spesies kita secara drastis mengubah muka bumi, semut juga mengikuti jejak kita.

Pertahanan hidup semut jenis ini juga tinggi, mereka dapat menyebar berkilo-kilometer dalam waktu singkat, terbang mengikuti arus angin atau membuat rakit dengan tubuhnya sendiri untuk mengapung di sungai atau air banjir. Mereka bahkan bisa melakukan perjalanan bawah tanah.

(Marieska Harya Virdhani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement