Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelajar Belajar Jadi Calon Pengusaha, Olah Kopi hingga Pastry

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Jum'at, 11 Agustus 2023 |10:53 WIB
Pelajar Belajar Jadi Calon Pengusaha, Olah Kopi hingga Pastry
Pelajar belajar menjadi calon pengusaha (Foto: Kemendikbudristek)
A
A
A

JAKARTA - Kemendikbudristek ikut serta mengajak para pelajar dalam peringatan Hari Nasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Harnas UMKM) tahun 2023. Para pelajar diajak untuk belajar mulai mengenal dunia usaha, mengembangkan UMKM melalui Program Kecakapan Kewirausahaan (PKW), pemadanan dana, dan lainnya. membuahkan hasil yang membanggakan.

Dalam keterangan resmi kepada Okezone, Jumat (11/8/2023), Kemendikbudristek mengklaim telah melakukan berbagai langkah dalam mendukung pemajuan UMKM di Indonesia melalui program kewirausahaan. Melalui Ditjen Vokasi, Kemendikbudristek terus mendorong lahirnya para wirausahawan baru di Indonesia di antaranya pelatihan digital marketing bagi UMKM, mengembangkan inovasi produk, hingga membantu merancang desain kemasan produk.

Selain itu, ada juga program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang memang dirancang untuk melahirkan wirausahawan setelah menyelesaikan pelatihan. Program PKW ini memberikan kesempatan bagi anak usia sekolah tidak sekolah (ATS) untuk menjadi wirausaha muda, di mana peserta didiknya diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan, alat/bahan, dan modal awal usaha. 

“Kalau pelaku UMKM mau akses dana kita untuk menyelenggarakan PKW, harus mendapatkan semacam dukungan PKS atau MoU dari UMKM setempat. Jadi kita kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM berkolaborasi di lapangan,” tutur Direktur Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Wartanto, di Pamedan Mangkunegaran, Kota Surakarta, Jumat (11/8/2023). 

 BACA JUGA:

Stan Kemendikbudristek diisi oleh usaha para pelajar tingkat SMA dan SMK. Pertama, LKP Filbert Pemalang membuat olahan produk kopi dan barista. Kedua, Internasional Hotel Management School (HIS) Karanganyar dengan bidang olahan pastry dan bakery.

Ada juga olahan kuliner dari SMK Negeri 4 Surakarta dengan bidang pastry, bakery dan coffee. Dan Politeknik Negeri Jember (Polije) lebih tertarik dengan bidang teaching factory dan nursery. 

Ke depan, Kemendikbudristek juga bersinergi dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk mendidik dan melatih calon wirausaha di daerah sehingga peserta didik yang lulus dari PKW akan terlibat dalam program yang diselenggarakan PLUT. Kemudian, Kemendikbudristek mendorong UMKM agar lebih memanfaatkan platform digital untuk kebutuhan promosi sehingga pemasaran mereka lebih efektif. Terakhir, Kemendikbudristek juga terus meningkatkan mutu pembelajaran kewirausahaan di satuan pendidikan.

“Paling utama adalah mengubah pola pikir dan sikap peserta didik untuk tergerak dan termotivasi menjadi wirausaha. Oleh karena itu, hadirnya sosok wirausaha sukses sebagai contoh praktik baik perlu difasilitasi secara langsung di ruang-ruang kelas sehingga anak-anak akan dilatih langsung oleh praktisi yang ahli di bidangnya," katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UMKM, Arif Rahman Hakim mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan animo masyarakat menggunakan produk lokal. “Inilah yang menjadi kekuatan bagi pengembangan UMKM di Indonesia,” ucapnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement