Berdasarkan riset yang mendalam, terdapat beberapa bahaya dari penyalahgunaan internet di kalangan remaja, yaitu sebagai berikut:
1. Perilaku bullying melalui sosial media
2. Mudahnya mengakses konten pornografi yang berakibat pada perilaku kejahatan seksual
3. Maraknya kasus penculikan di kalangan remaja setelah berkenalan melalui sosial media.
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Internet memang sangat membantu dalam kehidupan, akan tetapi ia tetap memiliki kekurangan. Karena itu orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya. Sehingga para remaja dapat membentengi diri dari hal-hal negatif dalam penggunaan internet.
3. Contoh Ketiga
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dengan Cara Pemanfaatan Limbah Plastik
Karya: Eka Purnama
PENDAHULUAN
Sudah diketahui bersama jika penanganan limbah plastik merupakan PR yang membutuhkan pengerjaan lebih. Hal ini dikarenakan limbah plastik lebih lama terurai dibandingkan yang lainnya. Berbagai kebijakan dari Pemerintah sudah dilakukan agar masyarakat mau mengurangi penggunaan plastik untuk kegiatan sehari-hari.
Contoh pengurangan kadar plastik dalam suatu produk, kantong plastik berbayar, penggunaan plastik dengan bahan ramah lingkungan, dan lain sebagainya. Banyaknya limbah plastik yang sudah digunakan akan menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan, seperti pencemaran air dan tanah. Kemudian limbah plastik yang dibakar malah akan mencemari udara. Hal ini karena hasil pembakaran limbah plastik akan menimbulkan pemanasan global.
Limbah plastik yang dibakar pun akan membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar seperti kanker dan berbagai macam penyakit kronis lainnya. Dari limbah plastik ini seharusnya dilakukan daur ulang agar lebih bermanfaat dan juga bisa mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Limbah plastik yang sudah didaur ulang bisa menjadi solusi dari peningkatan ekonomi masyarakat berbasis UMKM.
PEMBAHASAN
Plastik pada awalnya merupakan suatu solusi dari penggunaan limbah kertas. Kertas sendiri menggunakan bahan dasar kayu sehingga produksinya mengkhawatirkan karena menghabiskan banyak pohon di hutan.
Kemudian muncullah plastik sebagai solusinya. Penggunaan plastik yang mudah dan tidak memberatkan membuat banyak orang beralih menggunakan plastik. Semakin hari penggunaan plastik semakin tidak terkendali sehingga banyak mencemari lingkungan. Sampah plastik sendiri merupakan limbah terbanyak kedua setelah limbah organik.
Di sisi lain sejak Desember 2015, kehadiran MEA di Indonesia telah membuka babak baru dalam perekonomian di antara negara ASEAN. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi antar negara ASEAN. Dengan adanya pasar bebas antar negara ASEAN, mau tidak mau produk lokal Indonesia harus bisa bersaing dengan produk-produk negara lainnya. Produk-produk dari luar Indonesia juga bebas bersaing dengan produk lokal Indonesia.
Salah satu produk yang layak diperjuangkan adalah casing handphone dengan bahan dasar limbah plastik.
Inovasi ini dilatarbelakangi karena Handphone sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Hampir bisa dipastikan setidaknya setiap satu rumah pasti memiliki handphone. Berdasarkan data yang dimuat didapat menyebutkan bahwa Nurlita, pebisnis Casing Handphone dapat meraih keuntungan berkisar 50 – 100 juta setiap bulannya dengan produksi 30 – 50 casing handphone setiap harinya (Detik-finance, 2016).
Ini membuktikan bahwa penggunaan Casing Handphone di Indonesia telah menjadi sebuah tren tersendiri. Dengan memanfaatkan limbah plastik untuk dijadikan casing handphone maka selain keuntungan ekonomi yang di dapat juga turut serta mengurangi limbah plastik di Indonesia. Selain memanfaatkan limbah plastik, agar casing handphone terlihat lebih elegan bisa dibuat inovasi dengan penambahan ukiran timbul karakter terkenal atau yang lainnya.
Casing yang ditambahkan dengan ukiran, apalagi ukiran budaya lokal maka casing akan memiliki ciri khas sehingga bisa bersaing di tingkat global.
PENUTUP
Salah satu cara untuk mengurangi limbah plastik adalah dengan mendaur ulangnya menjadi produk UMKM casing handphone. Agar casing menjadi lebih menarik dan elegan bisa ditambahkan ukiran timbul dengan mengangkat budaya lokal maupun sesuai dengan pesanan dari konsumen. Dengan modal yang murah, limbah plastik bisa menjadi barang yang menghasilkan profit yang maksimal.
4. Contoh Keempat
SMART AGRO VILLAGE SYSTEM” Inovasi Sistem Pemberdayaan Masyarakat Eks Lokalisasi Dolly Melalui Usaha Modern Agro-Complex
Karya: Sulthan Alfathir, Trisa
Oktavianti,
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Kesenjangan sosial menjadi salah satu masalah yang mulai mencuat di era modern perkotaan yang berpotensi memicu pengaruh negatif lingkungan dan tindak kriminal. Dalam mengatasi hal tersebut Pemerintah daerah mengambil kebijakan preventif untuk menertibkan tempat-tempat negatif dan non-kondusif yang berpotensi memicu tindak kriminal dan citra buruk daerah.
Pemerintah Kota Surabaya adalah salah
satu pelopor tindakan tertib dan positif dalam bermasyarakat dan bernegara
melalui penutupan Dolly. Berdasarkan data Dinas Sosial Surabaya tercatat
sekitar 1.400 WTS, 311 mucikari, puluhan tukang parkir, pedagang, pengelolah
penginapan, cleaning service, tukang becak, dan pekerja lainnya yang
menggantungkan pekerjaan di kawasan Dolly kehilangan mata pencaharian mereka
dan merasa kesulitan akibat penutupan Dolly.
Bab 2
2.1 RUMUSAN MASALAH
Persepsi negatif masyarakat terhadap mantan penghuni eks lokalisasi Dolly menambah kompleks masalah yang ada, keadaan ini membuat mantan penghuni eks lokalisasi tidak percaya diri dan mematikan daya kreatifitas yang ada pada diri mereka. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur pada tahun 2015 jumlah penduduk Surabaya sebesar 2.806.306 jiwa dan terus meningkat setiap tahunnya. Semakin meningkatnya jumlah populasi di kota Surabaya, maka akan semakin banyak sumber daya alam yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan dan keberlangsungan hidup penduduk. Pada akhirnya area persawahan, area lindung, serta lahan kosong menurun dan berubah fungsi menjadi area permukiman.
BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Bidang agrokompleks merupakan sektor bisnis yang mulai diminati oleh para profesional di era ini. Fakta ini didukung dari tingginya permintaan pasar terhadap hasil pertanian segar, komoditas ikan air tawar, pupuk, dan produk yang berpotensi ekspor lainnya. Di daerah Surabaya permintaan pasar dalam konsumsi jamur tiram mencapai dua ton per hari untuk satu area, usaha agrokompleks memang menjadi salah satu potensi di wilayah Surabaya. (Distan Surabaya, 2015).
3.2. Saran
Dari pengalaman lapang dan kondisi
yang ada kami sebagai mahasiswa merasa bertanggung jawab untuk memberikan
solusi nyata terhadap permasalahan yang ada melalui program “Smart Agro Village
System”. Sebuah Program pemberdayaan mantan penghuni eks lokalisasi Dolly dalam
melakukan kreativitas usaha ke arah yang lebih positif dan progressive melalui
usaha pengelolaan modern agro-complex yang berorientasi pada system zero waste
dan high profit.
5. Contoh Kelima
Globalisasi dan Kebudayaan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Globalisasi yang mulai terasa sejak awal abad 20 memang sudah diperkirakan sedikit banyak memengaruhi kebudayaan. Kebudayaan seperti perilaku seseorang akan sangat mudah berubah saat terkena arus globalisasi.
Bab 2
2.1 RUMUSAN MASALAH
Hal tersebut dikarenakan mudahnya akses untuk mendapatkan informasi dari berbagai belahan dunia. Sayangnya sebagai negara berkembang Indonesia selalu khawatir tertinggal dalam arus globalisasi pada berbagai bidang.
BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Ditambah lagi kebudayaan asli yang terus terkikis dan membuat Indonesia menjadi krisis budaya. Sehingga bangsa Indonesia harus terus memperkokoh struktur nilainya agar tidak habis digerus budaya asing.