"Jika tidak, anak-anak akan mengalami situasi kejiwaan yang lebih buruk," tutur Jasra.
Sebelumnya, sebanyak 52 pelajar salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, secara massal melukai tangan mereka sendiri. Fenomena self harm ini diduga karena pengaruh media sosial.
(Natalia Bulan)