H. Suanda memakai iringan musik dari alat-alat gamelan seperti gong, degung, gendang dan alat musik ketuk lainnya. Perpaduan dari berbagai jenis alat musik tersebut menghasilkan musik yang unik dan energik.
Selain diiringi dengan musik, kesenian tari tersebut dilengkapi dengan alunan suara merdu dari seorang sinden. Tarian tersebut berhasil menarik perhatian seorang seniman asal sunda yang bernama Gugum Gumbira untuk mempelajarinya.
Kemudian, Gugum Gumbira menyusun kembali semua gerakan pada tarian tersebut sehingg akhirnya tercipta tarian yang diberi nama ‘Jaipong’. Ketika itulah, tari jaipong mulai dikenalkan oleh masyarakat Bandung, Jawa Barat.
(Natalia Bulan)