Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Siswa SMADA Surabaya Sabet Dua Penghargaan dalam Ajang IPITEx di Bangkok

Lukman Hakim , Jurnalis-Kamis, 09 Februari 2023 |11:10 WIB
5 Siswa SMADA Surabaya Sabet Dua Penghargaan dalam Ajang IPITEx di Bangkok
5 siswa SMADA Surabaya sabet dua penghargaan dalam ajang IPITEx di Bangkok/Lukman Hakim
A
A
A

Selain dari NRCT, Tim SMADA juga mendapatkan penghargaan berupa special award dari Medical University of Lodz Polandia.

"Kami membuat sistem pengawasan orang tua yang terhubung dengan aplikasi sehingga kegiatan mereka di rumah dapat dimonitor dari jarak jauh. Kendati demikian, sistem pengawasan ini tetap mengedepankan privasi orangtua dengan tidak memasang kamera pengawas atau CCTV," jelas M Rezqy Agung, Rabu (8/2/2023).

Untuk menciptakan sistem pengawasan ini, Rezqy bersama timnya membuat perangkat dengan empat sensor khusus.

Di antaranya ialah sensor gerak, sensor suhu, sensor pintu dan sensor detak jantung. Dari sensor yang membaca data aktivitas orang tua di rumah.

Dari data yang tersimpan di data base, sistem AI mengelolanya sebagai kebiasaan rutin orangtua.

"Pengambilan data kebiasaan itu dilakukan antara tiga minggu sampai satu bulan. Data tersebut akan dikelola dengan sistem AI dan dijadikan sebagai data kebiasaan hidup. Selanjutnya, selama sistem pengawasan beroperasi, EMS-AI akan terus menyimpan data kebiasaan hidup orang tua secara update," jelas Rezqy.

Berdasarkan data kebiasaan tersebut, sensor akan merespons jika orang tua melakukan kebiasaan yang berbeda.

Misalnya kebiasaan tidur orang tua yang sehari-hari dilakukan mulai pukul 22.00. Jika lebih dari 22.00 orangtua belum istirahat di kamar maka sistem akan mengirimkan notifikasi ke keluarga yang memegang aplikasi sistem monitroing.

"Sehingga melalui alat ini kita dapat mengetahui jika terjadi sesuatu diluar kebiasaan yang dilakukan orang tua," ujar siswa kelas X tersebut.

Rezqy menceritakan, inisiatif terciptanya inovasi ini karena sejumlah peristiwa yang dialami orang tua jompo tanpa keluarga.

Untuk itu, sistem ini dibuat demi menghindari hal-hal vital yang tidak ingin terjadi pada orang tua.

"Alat ini masih kompatibel untuk diaplikasikan di rumah dengan jumlah satu orang tua. Sehingga belum bisa diaplikasikan untuk panti jompo dengan banyak orang tua," jelas putra sulung Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai tersebut.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement