BANDA ACEH - Akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Dr dr Safrizal Rahman M Kes SpOT menyatakan Aceh masih kekurangan dokter umum maupun spesialis, sehingga pihak kampus terus mengejar produksi kelulusan guna mencapai pemerataan dokter di seluruh Tanah Rencong itu.
Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran USK Dr dr Safrizal Rahman M Kes SpOT, Selasa (7/2/2023), mengatakan saat ini jumlah dokter umum maupun spesialis di Aceh sekitar 3.500 orang, yang terdistribusi paling dominan di kota-kota besar seperti Banda Aceh, Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Langsa dan lainnya.
“Masih banyak daerah-daerah yang dari sisi jumlah untuk dokter masih sangat kurang sehingga memang masih ada upaya pemerataan baik dokter umum maupun dokter spesialis di seluruh Aceh,” kata Safrizal dikutip dari Antara, Rabu (8/2/2023).
Saat ini, dia menjelaskan, Aceh memiliki tiga fakultas kedokteran yang menjadi pabrik produksi dokter, meliputi Universitas Syiah Kuala, Universitas Abulyatama, dan Universitas Malikussaleh, sehingga sangat disayangkan kondisi Aceh masih kekurangan dokter umum maupun spesialis.
Kata dia, dengan adanya tiga fakultas yang rata-rata sudah akreditasi, maka Aceh memiliki potensi untuk mencapai pemerataan dokter, baik yang melakukan pelayanan di Puskesmas maupun rumah sakit umum di kabupaten/kota seluruh Aceh.
Apalagi, lanjut dia, secara nasional Kemendikbud dan Kemenkes juga meminta agar kuota penerimaan peserta didik ditingkatkan, dan Aceh sedang melakukan itu dalam upaya mengejar ketertinggalan jumlah dokter di Indonesia dan khususnya untuk seluruh Tanah Rencong.