Share

Kisah Polisi Sisihkan Gaji Selama 15 Tahun Demi Bangun Sekolah Gratis untuk Warga Tak Mampu

Budi Setiawan, iNews · Selasa 24 Januari 2023 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 624 2751856 kisah-polisi-sisihkan-gaji-selama-15-tahun-demi-bangun-sekolah-gratis-untuk-warga-tak-mampu-R0hraDvdcR.jpg SMK Tunas Bhayangkara/Budi Setiawan

SUKABUMI - Bripka Sandi Praja, seorang polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Sukabumi, Jawa Barat, memiliki cerita perjuangan dalam membangun SMK gratis sendiri.

Pasalnya, ia rela menyisihkan pendapatannya demi bisa membangun sebuah sekolah bagi anak-anak kurang mampu di kampung halamannya.

Pria yang bertugas di Polsek Cibadak ini juga selalu menyempatkan diri untuk mengajar di sekolah yang dibangunnya di Kampung Jabon Manglidi, Kecamatan Cidahy, Kabupaten Sukabumi.

Berbekal Ilmu Pendidikan yang didapatnya selama di bangku kuliah, dijadikan Bripka Sandi sebagai modal untuk mengajar puluhan anak didiknya.

Ia membangun SMK gratis di atas tanah seluas 4 ribu meter dari hasil menyisihkan pendapatannya selama 15 tahun menjadi anggota polisi.

Pendirian sekolah yang diberi nama Tunas Bhayangkara ini bertujuan untuk membantu anak-anak kurang mampu dan putus sekolah di kampung halamannya akibat kesulitan ekonomi.

Follow Berita Okezone di Google News

Selain faktor jarak, persoalan ekonomi juga kerap mengadang para orangtua yang berkeinginan melanjutkan pendidikan anak-anaknya.

Seorang siswa mengaku senang dan sangat terbantu dengan adanya sekolah yang didirikan oleh Bripka Sandi ini, karena ia bisa melanjutkan pendidikan hingga lulus tanpa harus khawatir akan biaya.

"(Lokasinya) dekat dari rumah sehingga mudah dijangkau. Semoga sarana dan prasarananya semakin dilengkapi dan fasilitas sekolah seperti lapangan bisa segera dibangun," ujar Maya, seorang siswi di SMK gratis tersebut.

Bripka Sandi pun turut menceritakan tentang sekolah yang ia bangun tersebut dan menggratiskan seluruh biaya pendidikannya.

"Pendidikan di sini kita gratiskan karena rata-rata orangtuanya di sini bekerja sebagai buruh. Alhamdulillah kita dibantu para guru-guru yang relawan juga, kemudian dibantu para donatur dan para dermawan juga, untuk operasional sekolah Alhamdulillah bisa dipenuhi," jelas Bripka Sandi.

Diketahui, para guru yang mengajar di SMK Tunas Bhayangkara ini mendapatkan bayaran sesuai berapa lama mereka mengajar dalam sehari.

Upah yang didapat oleh para guru tersebut sebagian berasal dari gaji Bripka Sandi, dan sebagian dari donatur.

Kini bangunan SMK Tunas Bhayangkara telah memiliki empat ruang kelas dan sudah menampung sebanyak 50 siswa tidak mampu serta memiliki 18 guru.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini