"Kami juga upayakan kuota penerima bisa bertambah keseluruhan guru madrasah diniyah. Di data kami ada sekitar 15.000 guru, sedangkan kuota penerima saat ini 7.500 guru," kata dia.
Gus Fikri, sapaan akrabnya juga mengapresiasi program jaminan ketenagakerjaan bagi guru ngaji di kabupaten ini. Terlebih lagi, iuran BPJS Ketenagakerjaan itu tidak dipotongkan dari insentif yang diterima para guru ngaji.
"Sama sekali tidak memotong hak-hak mereka, (iuran BPJS Ketenagakerjaan) ada anggarannya sendiri," kata dia.
(Natalia Bulan)