Dengan tubuhnya yang terbuat dari kutikula, kaki belalang bisa menahan kekuatan yang besar saat melompat atau menendang.
Peneliti dari Trinity College Dublin menemukan bahwa kaki belalang memiliki ketangguhan yang tinggi dibandingkan semua bahan biologis lainnya.
Melansir dari Thought Co, dalam melompat belalang akan mengontraksi otot fleksor besarnya secara perlahan. Setelah itu, ia menekuk kaki belakangnya di sendi lutut.
Sepotong kutikula khusus di dalam lutut bertindak sebagai pegas dan menyimpan semua energi potensial.
Belalang kemudian mengendurkan otot kakinya, membiarkan pegas melepaskan energinya, dan melemparkan serangga ke udara.
Dengan kakinya ini, belalang bisa melompat hingga 200 kali ukurannya sendiri dengan kecepatan 10 kaki per detik.
Sayap Belalang
Mengutip dari American Museum of Natural History, sayap belalang merupakan hasil dari dinding tubuhnya. Sayap ini memungkinkan serangga untuk terbang.
Belalang menggunakan kaki belakang mereka untuk mendorong tubuhnya ke udara. Setelah itu, mereka akan melebarkan sayap dan terbang.