Share

Mengenal Hibakusha, Sang Penyintas Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki Jepang

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Sabtu 10 Desember 2022 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 65 2724136 mengenal-hibakusha-sang-penyintas-bom-atom-hiroshima-dan-nagasaki-jepang-lTAIL71RGt.jpg Ilustrasi (Foto:Reuters)

JAKARTA- Mengenal Hibakusha, sang penyintas bom atom Hiroshima dan Nagasaki Jepang akan dibahas dalam artikel ini. Di masa penjajahan mungkin teringat jelas salah satu faktor kemerdekaan Indonesia dipercepat, kalahnya Jepang melawan Sekutu.

Awal Agustus 1945 menjadi hari yang kelam bagi Negara Sakura. Bagaimana tidak, dua kota besar negara tersebut luluh lantah akibat bom atom yang dijatuhkan oleh tentara Amerika Serikat.

Peristiwa tersebut tentunya menyisakan trauma dan kesedihan tersendiri bagi Hibakusha. Lantas, apa itu Hibakusha yang tak banyak orang ketahui? Untuk mengetahuinya, simak rangkuman okezone berikut ini.

Dalam bahasa Jepang kata Hibakusha berarti orang yang terkena dampak bom. Ya, mereka adalah orang-orang yang selamat dari kekejaman bom atom Hiroshima dan Nagasaki meski terkena dampak dari radioaktif.

Menurut Undang-Undang Pertolongan Korban Selamat Bom Atom, terdapat beberapa kategori Hibakusha yang diakui, yakni orang-orang yang terpapar langsung ke bom dan segera setelahnya; orang-orang yang terpapar dalam radius 2 kilometer yang memasuki wilayah kehancuran dalam waktu dua minggu setelah ledakan; orang yang terkena dampak radioaktif secara umum; dan mereka yang terpapar dalam rahim, yang ibunya sedang hamil dan termasuk salah satu dari kategori yang ditentukan ini.

Follow Berita Okezone di Google News

Melansir dari Hibakusha Stories, mulanya Hibakusha tak mendapat perhatian dari Pemerintah Jepang. Namun, setelah berbagai desakan, Pemerintah Jepang pun terpaksa menawarkan bantuan keuangan dan medis kepada para penyintas bom atom yang telah menerima status resmi.

Pada 1956, Nihon Hidankyo atau Konfederasi Penderita Bom A dan H dibentuk. Anggota Hidankyo merupakan semua orang yang tergabung dalam hibakusha.

Mereka berhasil memperjuangkan dan memenangkan berlakunya dua undang-undang: "Undang-Undang Perawatan Medis Korban Bom" (1956) dan "Undang-Undang Tindakan Khusus untuk Penderita" (1967). Berkat dedikasi dan kegigihannya, banyak hibakusha sebagai korban selamat bom atom yang tinggal di Jepang maupun yang tinggal di negara lain, menerima tunjangan bulanan.

Banyak hibakusha yang alami diskriminasi dari sesama masyarakat Jepang selain menderita sakit akibat paparan radiasi dan selamat dari bom nuklir. Pada 1945, sedikit yang diketahui tentang efek kontaminasi radioaktif, dan desas-desus menyebar bahwa paparan radiasi mirip dengan penyakit menular.

Selain trauma, mereka juga menjadi korban diskriminasi dan sering ditemukan tidak memenuhi syarat untuk bekerja dan menikah. Sedihnya lagi, diskriminasi terhadap hibakusha berlanjut hingga hari ini dan telah diperparah dengan adanya bencana radiologi yang sedang berlangsung di kompleks tenaga nuklir Fukushima Daiichi.

Kata Hibakusha kini telah berkembang dengan mencakup setiap orang yang terpapar radiasi dari lintasan bahan bakar nuklir melalui penggunaan, produksi dan pengujian senjata nuklir serta proses yang menciptakan dan menghasilkan tenaga nuklir, dan limbah nuklir.

Itulah pemahaman terkait Hibakusha, sang penyintas bom atom Hiroshima dan Nagasaki Jepang. Semoga bermanfaat!.

(RIN)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini