Share

Resensi Buku: Anarkisime untuk Pemula, Mengenal Anarkisme Lewat Bacaan Santai Bergambar

Yopi Muharam, Presma · Selasa 06 Desember 2022 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 624 2721670 resensi-buku-anarkisime-untuk-pemula-mengenal-anarkisme-lewat-bacaan-santai-bergambar-T2aOpo1r6v.jpg Buku Anarkisme untuk Pemula/Goodreads

JAKARTA - “Kaum Anarkis bertarung melawan kekuasaan, penindasan, dan Negara, yang mencapai kulminasinya lewat terciptanya ribuan kolektif petani di masa sebelum diktaktor Franco berkuasa di Spanyol. Pencapaian itu memiliki pengaruh luas terhadap masyarakat di seluruh dunia.” begitulah kutipan dari belakang sampul buku berjudul 'Anarkisme Untuk Pemula'.

Anarkisme sebagaimana kita ketahui selalu diobjektifikasi sebagai sesuatu yang brutal, vandal, tidak beradab, tidak beretika dan semua prilaku bernuansa negative-nya.

Begitu halnya ketika Kamus Besar Bahasa Indoneisa mengamini semua arti dari Anarkisme itu sendiri sebagai pengacau, perusuh, dan segala tetek bengek gantinya.

 

Sesuai dengan judulnya 'Anarkisme Untuk Pemula', merupakan buku yang memperkenalkan secara singkat dengan apa yang dinamakan ‘Anarki’.

Sejatinya anarki tercipta untuk menentang sebuah sistem pemerintahan, sebagaimana yang dijelaskan dihalaman dua pada buku ini.

Pemikiran dasar anarkis adalah bahwa Negara dan atau pemerintahan adalah alat utama penindasan manusia yang telah berlangsung sepanjang sejarah dan hal itu menjadi alasan untuk menciptakan cara hidup lewat solidaritas dan kebebasan.

Follow Berita Okezone di Google News

Perlu diketahui, Anarkisme dikenalkan pada abad 17. Saat itu, dibelahan saentaro Eropa sedang panas-panasnya gaungan revolusi, di mana Anarkisme turut andil pada gerakan tersebut.

Sebut saja Joseph Proudhon yang berkontribusi besar dalam pemikiran Anarkisme.

Pasalnya pemikir sekaligus penulis asal Prancis tersebut mengeluarkan buku pada tahun 1841 bertajuk ‘Apa itu Properti?’, inilah awal kiprah ia dijuluki pada buku ini sebagai sang pionir.

Disebutkan di buku ini bahwa Proudhon mengajukan penolakannya terhadap relasi yang didasarkan pada keuntungan ekonomis dan menyatakan bahwa kontrak sosial yang menjadi dasar ideologi liberal hanyalah sandiwara.

Berbicara tentang Anarkisme, selain Proudhon, tokoh besar penggagas Anarkisme berikutnya adalah Mikhail Bakunin, tak banyak menulis seperti halnya Proudhon, ia lebih sering aktif langsung mempraktikannya ke lapangan.

Perbedaan dari keduanya bisa dilihat dari bagaimana Proudhon menciptkan sebuah konsep, maka bakunin adalah realitas yang mendesak untuk mewujudkannya.

Buku bertajuk sosial-sejarah ini tidak hanya meceritakan kiprah-kiprah sang tokoh.

Tapi juga menceritakan bagaimana anarkisme berkembang disetiap Negara, seperti: Spanyol, Prancis, Italia, Rusia Jerman dan lainya yang terkenal pada abad itu dengan demonstrasi samapai vandalisme.

Buku ini berbeda dengan buku yang lainnya, di mana pembuka dari buku ini tidak adanya daftar isi, no ISBN, kata pengantar dll. Tetapi langung kepada judul atau bab.

Sesuai sang pemikir anarkisme Mikhail Bakunin yang selalu mengedepankan kebebasan, maka dibuku inilah kebebasan itu tercipta.

Buku seberat ± 0.20 kg dengan 168 halaman diterbitkan oleh ‘Daun Malam’ ditulis oleh seorang jurnalis sekaligus professor Marcos Mayer. Buku bernuansa politik ini tulis dengan bahasa ringan yang membuat orang awam nyaman untuk membacanya, ditambah lagi dengan illustrasi bersemi komik yang digambar oleh Sanyu seorang ilustrator dan kartunis Argentina yang sebenarnya bernama Hector Alberto Sanguiliano.

Sebelum saya menutup tulisan ini, ijinkan saya untuk mengutip sebuah utas yang membekas dipikiran saya.

“Mencoblos dalam pemilu, sebagaimana yang terjadi di dalam masyarakat liberal adalah sebuah cara untunk mengesahkan struktur kekaudaan dan melanjutkan semua jal sebagaimana adanyam tanpa mempengaruhi akar dari penindasan.”


Yopi Muharam
Aktivis Persma Suaka UIN Bandung

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini