Share

5 Kosakata Bahasa Jawa yang Tidak Ada Padanannya dengan Bahasa Indonesia

Rohmah Febriyanti, Presma · Senin 28 November 2022 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 624 2716119 5-kosakata-bahasa-jawa-yang-tidak-ada-padanannya-dengan-bahasa-indonesia-Zj5pSMmB89.jpg Ilustrasi/Pixabay

JAKARTA - Dari sekian banyak ragam bahasa di berbagai daerah di Indonesia, Bahasa Jawa menjadi salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Meskipun demikian, namun tahukah kamu bahwa terdapat beberapa kosakata dalam Bahasa Jawa yang sering digunakan untuk menggambarkan beberapa kondisi tertentu yang ternyata tidak memiliki padanan kata dalam Bahasa Indonesia, loh.

Simak, berikut adalah beberapa kosakata dalam Bahasa Jawa yang sulit dijelaskan dalam Bahasa Indonesia.

1. Kecelik

Kosakata kecelik ini sering digunakan untuk menggambarkan sebuah kondisi ketika kita ingin menemui seseorang atau menuju ke suatu tempat, namun sesampainya di tempat yang dituju ternyata kita tidak mendapatkan hal yang kita harapkan.

Misalnya, kita hendak menemui seseorang di rumahnya tanpa mengabarinya terlebih dahulu.

Sesampainya di rumah orang tersebut, ternyata dia tidak berada di rumah sehingga kita tidak dapat menemuinya.

Follow Berita Okezone di Google News

2. Ngempit

 

Kondisi ketika seseorang menaruh barang di antara lengan atau ketiak dan tubuhnya.

3. Keslomot

 

Keslomot ini menggambarkan kondisi ketika bagian tubuh kita tidak sengaja terkena suatu benda yang panas.

Seperti misalnya tangan yang terkena tumpahan air mendidih ketika hendak membuat minuman.

4. Kecantang

Tak jauh berbeda dengan keslomot, kosakata kecantang juga digunakan ketika dalam sebuah kondisi ketika bagian tubuh terkena benda yang panas.

Namun, perbedaan antara keslomot dan kecantang ini terdapat kespesifikan pada kecantang dimana bagian tubuh yang terkena benda panas ini adalah lidah.

Misalnya, kondisi ketika meminum minuman kopi yang terbuat dari air mendidih secara langsung, tentunya akan membuat reflek lidah terasa kepanasan. Kondisi ini,ah yang disebut kecantang.

 

5. Suduken

Kosakata suduken sendiri dimaknai sebagai sebuah rasa sakit di bagian perut yang terasa seperti tertusuk. Rasa suduken ini biasanya dialami setelah seseorang berolahraga terlalu keras, terutama dalam olahraga lari.

Nah, itulah lima kosakata bahasa Jawa yang sering digunakan masyarakat yang berbahasa jawa, namun tidak memiliki padanan kata dalam Bahasa Indonesia.

Kira-kira ada kosakata apalagi ya yang tidak ada padanannya dalam Bahasa Indonesia?

Rohmah Febriyanti

 

Aktivis Persma Vonis FH Unpad

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini