Share

Resensi Buku The Midnight Library yang Penuh Keajaiban

Astri Nur Safariana, Presma · Jum'at 25 November 2022 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 65 2714828 resensi-buku-the-midnight-library-yang-penuh-keajaiban-YN9hc0xBFd.jpg Buku The Midnight Library/The Uproar

JAKARTA - Buku The Midnight Library dari awal rilisnya telah mencuri perhatian publik. Isi dan pesan-pesan yang terdapat dalam isi buku tersebut membuatnya layak untuk diperbincangkan.

Menarik, hangat, dan realistis. Hal itu membuat para pembaca memiliki ikatan dengan tokoh-tokohnya.

The Midnight Library mengisahkan seorang perempuan berusia 30-an yang sangat ingin mengakhiri hidupnya bernama Nora.

Ia merasa sudah tidak ada lagi yang menjadi alasan ia hidup. Ia merasa telah menghancurkan semua hal-hal baik yang pernah terjadi.

Ia juga merasa tidak akan datang lagi kesempatan untuk mengubah hidupnya. Oleh karena itu, ia akhirnya memutuskan untuk benar-benar mengakhiri hidupnya. Namun, hal yang tidak dapat diduga terjadi.

Nora terjebak di dalam perpustakaan tengah malam dengan seseorang yang ia kenal dari masa lalunya.

Di sana, ia mendapatkan kesempatan-kesempatan dalam mencari alasan untuk ia tetap bertahan hidup.

Seperti konsep dunia paralel yang cukup populer di buku atau film lain, contohnya Multiverse of Madness, Nora menjelajahi dunia lain tempat dia hidup dengan takdir yang berbeda.

Hal itu terjadi karena tingginya keingintahuan Nora tentang bagaimana keadaan hidupnya apabila ia tidak memiliki penyesalan terhadap sesuatu.

Meskipun begitu, ia tidak kunjung menemukan apa yang sebenarnya ia cari.

Dari buku ini, ada beberapa pelajaran yang dapat diambil untuk diterapkan pada hidup kita sehari-hari.

Semua orang pasti punya penyesalan. Hanya saja jangan sampai penyesalan itu menjadi penghambat kita untuk membuka kesempatan baru untuk menjadi lebih baik.

Semua penyesalan tidak akan berarti lagi apabila kita telah menemukan makna hidup. Dalam menemukannya, pasti akan ditemui banyak kebingungan.

Jadikan kebingungan itu sebagai potongan-potongan jawaban seperti puzzle yang nantinya akan berkumpul menjadi satu sebagai makna hidup yang kita cari.

 

Astri Nur Safariana

 

Aktivis Persma Erythro FK UNS

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini