Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gempa Bumi: Pengertian, Jenis-Jenis hingga Penyebab dan Akibatnya

Natalia Bulan , Jurnalis-Senin, 21 November 2022 |15:07 WIB
Gempa Bumi: Pengertian, Jenis-Jenis hingga Penyebab dan Akibatnya
Ilustrasi/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Kota Jakarta diguncang gempa yang titik pusatnya berada di Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Gempa tersebut bermagnitudo (M) 5,6 berlangsung pada pukul 13.21 WIB. Lokasi gempa berada di 6,84 Lintang Selatan dan 107.05 Bujur Timur dengan kedalaman mencapai 10 kilometer.

BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG.

Namun, apa itu sebenarnya gempa bumi dan biasanya apa penyebabnya fenomena alam ini bisa terjadi?

Mengutip dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.

Gempa bumi biasanya disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi. Atau bisa juga disebabkan oleh letusan gunung api.

Gempa bumi juga bisa diartikan sebagai sebuah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Frekuensi gempa bumi di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer.

Skala yang paling umum ketika gempa terjadi adalah Moment Magnitudo untuk seluruh dunia. Sementara Skala Richter skala yang dilaporkan oleh observatorium seismologi nasional yang diukur pada skal abesarnya lokal 5 magnitudo.

Gempa 3 magnitudo atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya 7 kali lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa.

Jenis-jenis gempa bumi:

 

Ada dua jenis gempa bumi yang dibedakan berdasarkan penyebab dan kedalamannya, apa saja?

Berdasarkan penyebabnya:

1. Gempa vulkanik

Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh letusan gunung berapi.

2. Gempa tektonik

 

Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman. Gempa inimemiliki kekuatan yang cukup dahsyat.

3. Gempa runtuhan atau terban

Ini adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh, dan sejenisnya. Tipe gempa ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit.

Berdasarkan kedalamannya

 

 

 

1. Gempa bumi dalam

Ini adalah gempa bumi yang hiposentrumnya (pusat gempa) berada lebih dari 300km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Namun pada umumnya, gempa bumi ini tidak terlalu berbahaya.

2. Gempa bumi menengah

Gempa bumi ini hiposentrumnya berada antara 60km sampai 300km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.

3. Gempa bumi dangkal

Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.

Akibat Gempa Bumi

Ada beberapa hal yang ditimbulkan dari terjadinya gempa bumi, di antaranya adalah:

1. Dampak fisik

- Banyak bangunan rusak, hancur, dan roboh

- Tanah longsor

- Jatuhnya korban jiwa

- Permukaan tanah menjadi merekat, retak, dan jalan menjadi putus

- Banjir karena tanggul rusak

- Dapat menyebabkan tsunami

2. Dampak sosial

- Menimbulkan kemiskinan

- Kelaparan

- Menimbulkan penyakit

- Bila pada skala yang besar dan menimbulkan tsunami, bisa melumpuhkan politik, sistem ekonomi, dan lain-lain.

Cara menghadapi Gempa Bumi

 

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan tergantung dengan posisi seseorang berada saat gempa terjadi.

1. Di dalam rumah

Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur. Jika tidak, lindungi kepala dengan bantal atau benda lainnya.

Jauhi rak buku, lemar, dan kaca jendela. Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding dan sebagainya.

2. Jika berada di luar ruangan

Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik, tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi.

Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka, jauhi rak-rak dan kaca jendela.

3. Jika berada di dalam ruangan umum

Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang. Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari, kaca jendela, dan sebagainya.

4. Jika saat berkendara

Segera berhenti di tempat terbuka namun jangan berhenti di atas jembatan atau di bawah jembatan layang atau jembatan penyebrangan.

5. Jika sedang di pusat perbelanjaan, bioskop, dan lantai dasar mal

Jangan membuat kondisi menjadi panik atau menjadi korban kepanikan orang lain. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.

6. Bila sedang di dalam lift

Jangan menggunakan litf saat terjadi gempa bumi atau kebakaran, lebih baik menggunakan tangga darurat.

Namun, jika merasakan getaran gempa bumi ketika sedang berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Jika lift berhenti, langsung keluar, lihat keamanannya dan mengungsilah.

Jika terjebak di dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone yang tersedia.

7. Jika sedang di dalam kereta api

Berpeganglah erat pada tiang sehingga tidak terjatuh, seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas akan mengakibatkan kepanikan.

8. Bila sedang berada di gunung atau pantai

Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung, menjauhlah langsung ke tempat aman.

Di pesisir pantai, bahanya datang dari tsunami, Jika Anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

9. Beri pertolongan

Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar Anda.

10. Evakuasi

Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempa bumi.

Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki di bawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah.

11. Dengarkan informasi

Saat gempa bumi terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya.

Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar.

Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi yang tidak jelas.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement