JAKARTA- Cerita rakyat kisah Datu Diyang asal Kalimantan menarik untuk diulas. Cerita ini merupakan sekilas kisah perjalanan sisi kehidupan anak manusia yang terpilih sebagai penolong banyak orang. Kisah heroik yang manusiawi, kepahlawanan yang membumi, manusia terpilih yang merupakan anugerah Ilahi, anugerah yang diyakini salah satunya sebagai faktor keturunan.
Cerita rakyat kisah Datu Diyang ini menampilkan perjalanan sisi kehidupan anak manusia yang terpilih sebagai penolong banyak orang.
Diyang merupakan anak yang berbakti pada orang tua dan suami, selalu membantu tetangga yang kesulitan, serta dikaruniai kemampuan untuk mengobati orang sakit dan membantu persalinan.
Bagaimana kisah kehidupan Diyang sampai pada masa tuanya ya?Bacalah kisah selengkapnya.
Diyang seorang wanita yang senang menolong orang lain. Penduduk tempat tinggal Diyang tahu betul perangai Diyang yang penolong. Ia pun tak akan segan mengulurkan harta yang dimilikinya apabila ada yang sedang tertimpa musibah.
Dia juga memiliki keahliannya di bidangtanaman dan meramu tanaman di sekitarnya untuk dijadikanobat. Dasar pengetahuan Diyang mengenai tanaman dan meramu tanaman-tanaman tersebut diperoleh Diyang dari ayahnya.
Ayah Diyang orang yang memiliki keahlian dalam mengenali tanaman yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Begitu terkenalnya ayah Diyang sehingga ada orang yang berpandangan bahwa tanaman seolah berbicara tentang kebermanfaatan keberadaannya.
Menyadari kebermanfaatan tanaman menambah kecintaan Diyang dalam memelihara tanaman. Apalagi Diyang memiliki pengetahuan lebih dalam meramu tanaman. Keahliannya tersebut menjadi pendorongnya untuk lebih mencintai tanaman yang dipeliharanya.
Kegemarannya menanam beragam tanaman, terutama rempah-rempah ditambah lagi dengan kemampuannya dalam meramu tanaman sangat bermanfaat. Diyang sering dimintai pertolongan apabila ada orang di sekitar tempat tinggalnya
yang sedang sakit. Dia juga menolong ibu-ibu yang ingin melahirkan karena mempelajari ilmu persalinan.
Adapun, perjalanan Diyang dalam mengemban tugas sebagai orang yang menolong persalinan bukanlah tanpa kendala. Pernah suatu ketika ia dimusuhi oleh seorang
dukun beranak yang ada di desa tetangga. Menurut dukun beranak itu, Diyang telah merebut wewenangnya. Namun, dia tidak pernah memepermasalahkan persaingan dengan dukun beranak dan tetap membantu orang banyak.
Pekerjaan Diyang sebagai dukun beranak tidak menjadikannya lalai dalam tugas rumah tangganya. Bagi Diyang ia harus dapat membagi waktu antara tugasnya sebagai dukun beranak dan kewajibannya sebagai seorang istri.
Saat meranjak usia tua, ia tetap melakoni pekerjaannya sebagai dukun beranak. Usia tua tak menjadi penghalangnya menolong orang yang memerlukan. Di usia tuanya, sering kali yang datang meminta pertolongan untuk melahirkan merupakan bayi yang pernah disambutnya pertama kali menghirup udara segar setelah di dalam rahim selama sembilan bulan sembilan hari. Oleh karena itu, ia pun terkenal dengan sebutan Datu Diyang.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik